Balikpapan Prioritaskan Normalisasi Sungai

Editor: Koko Triarko

239
Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan sepakat normalisasi kawasan Sungai Ampal menjadi prioritas dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Mengingat sungai di kawasan itu sudah tak sanggup lagi menampung debit air dalam jumlah yang banyak, sehingga sejumlah kawasan menjadi tergenang sampai ke seperti Gunung sari, Gunung Kawi, dan MT Haryono.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Balikpapan, total kebutuhan dana penanganan banjir mencapai Rp128,8 miliar.

“Mungkin kemarin tidak terlalu intensif, karena anggaran terbatas. Sekarang kita alokasikan anggaran dan tinggal kita persiapkan. Kurang lebih itu yang dibutuhkan,” ucap Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Rabu, (7/3/2018).

Data Bappeda Litbang saat ini masih membutuhkan kajian dan pihak pemerintah kota juga turun ke lapangan. Menurutnya, selama ini yang dilakukan apa pun yang diusulkan harus sesuai dengan implementasinya di lapangan.

“Termasuk dalam pembebasan lahan di Sungai Ampal nanti,” tandasnya.

Kepala Bappeda Litbang, Nining Surtiningsih, menjelaskan total kebutuhan dana penanganan banjir mencapai Rp128,8 miliar. Kebutuhan dana penanganan banjir itu terdiri dari berbagai macam kegiatan selama 2018 sebesar Rp78,8 miliar. Sedangkan untuk normalisasi sungai membutuhkan dana sekitar Rp50 miliar.

“Kami masih terus melakukan kajian dan melihat ketersediaan anggaran yang ada untuk tahun ini,” sebutnya.

Sementara itu, Suryanto, optimis kondisi Balikpapan akan terus membaik. Pemerintah kota juga tetap memiliki komitmen dengan kebijakan rasio 52:48 dalam penataan ruang. Di mana 52 persen untuk kawasan hijau dan sisanya 48 persen untuk pembangunan.

“Komitmen terhadap RTRW yang dipegang pemerintah kota masih terus dilakukan. Dan, sebisa mungkin mengurangi pengupasan lahan, cut and fill,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...