banner lebaran

Bangun Sejak Subuh Pramuka Bantu Tagana Siapkan Logistik Korban Banjir

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

238

LAMPUNG — Tidur di lokasi pengungsian desa Bandar Agung kecamatan Sragi kabupaten Lampung Selatan dilakoni angota pramuka yang ada di Lampung Selatan, salah satunya Beny (16), anggota penegak Bantara pangkalan SMKN 1 Ketapang. Bersama anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari sekolah yang sama mereka membantu korban banjir di dusun Umbul Besar, dusun Bunut Utara, dusun Sumber Jaya.

Khusus untuk membantu tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Beny menyebut bersama delapan anggota pramuka penegak Bantara ikut siaga di dapur umum. Persiapan sarapan pengungsi didistribusikan sekitar pukul 07.00 sehingga anggota penegak Bantara sudah bangun sejak pukul 04.00.

“Kami memang diterjunkan untuk membantu posko pengungsian yang ada di lokasi banjir,” beber Beny saat ditemui Cendana News di dapur umum yang berada di Puskesmas Desa Bandar Agung, Rabu (14/3/2018).

Tidur bersama anggota Tagana Lamsel, mereka sejak pagi sudah membungkus sebanyak 200 nasi bungkus dengan jumlah total makanan untuk makan pertama sebanyak 450 bungkus. Jatah makan kedua akan dilakukan sekitar pukul 15.00 untuk dibagikan kepada pengungsi di tenda pengungsian.

Beny menyebut anggota Pramuka Penegak Bantara sudah membantu korban bencana banjir sudah sejak tahun sebelumnya di lokasi yang sama. Sebelum terjun anggota pramuka telah mendapat pelatihan khusus dalam kondisi bencana.

“Kami selalu siap dalam kondisi dan tugas yang dibebankan kepada kami termasuk hari ini harus bangun pagi untuk membungkus dan mendistribusikan nasi bungkus,”terang Beny.

pramuka
Beni, salah satu anggota pramuka penegak Bantara yang ikut membantu proses penyiapan logistik pengungsi banjir [Foto: Henk Widi]
Beny menyebut bersama sejumlah anggota pramuka lain dirinya sudah berada di lokasi banjir sejak tiga hari dan ditugaskan membantu tim Tagana selama tiga hari. Ia memastikan masih akan berada di lokasi banjir hingga akhir pekan ini menyesuaikan kondisi di lapangan.

Ketua Tagana Lampung Selatan, Safroni Kasim menyebut penyediaan fasilitas mobil dapur umum lapangan memasuki hari kedua. Setiap hari ia menyebut memasak sekitar puluhan kilogram beras, puluhan kardus mi instan dan lauk berupa ikan kaleng. Sebanyak 10 orang tim Tagana dikerahkan untuk melakukan proses memasak nasi bungkus bagi korban banjir.

“Relawan Tagana umumnya berasal dari beberapa profesi di antaranya guru sehingga ada sebagian yang siaga di sini setiap hari dan ada yang baru bisa datang saat siang hari setelah bekerja,”ungkap Safroni Kasim.

Ia menyebut dengan adanya bantuan dari anggota pramuka penegak Bantara sangat membantu tugas Tagana. Terlebih ia menyebut dapur umum lapangan didirikan di Puskesmas berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi bencana banjir. Dapur umum lapangan tersebut sengaja didirikan di lokasi yang jauh akibat akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Setiap hari ia menyebut Tagana Lamsel menyediakan sebanyak 450 bungkus nasi dan berpotensi akan bertambah menyesuaikan jumlah kepala keluarga terdampak banjir luapan way Sekampung.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.