Banjarmasin Perlu Lebih Banyak Pengusaha Baru

Editor: Satmoko

361
Ketua BPC HIPMI Kota Banjarmasin Hairian Murwandi saat wawancara di kantornya. Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN- Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Banjarmasin melihat masih sedikitnya persentase pengusaha baru yang ada di Kota Banjarmasin.

Bahkan, menurut Ketua BPC HIPMI Kota Banjarmasin, Hairian Murwandi, dari data yang pihaknya miliki, mulai dari kepemimpinan Ibnu Sina, di Kota Banjarmasin untuk pengusaha baru masih di angka 700 orang.

“Itu pun dari 700 orang tersebut, hingga saat ini hanya sekitar 250 orang saja yang masih aktif. Sisanya boleh dibilang sudah kolaps atau bangkrut,” ujarnya, Sabtu (31/3/2018).

Dengan masih sedikitnya jumlah pengusaha baru ini, Hairian pun berharap ke depan Pemerintah Kota Banjarmasin bisa lebih serius dalam mencetak pengusaha baru. Bukan hanya menyediakan tempat berjualan, namun juga diharapkan bisa melakukan pendampingan dan pemberian modal usaha dengan bunga yang kompetitif.

“Selama proses memulai usaha, mereka ini bukan hanya disediakan tempat saja, tapi juga harus dibantu pendampingan dan permodalan. Itu supaya mereka bisa naik kelas menjadi pengusaha mapan,” tegasnya.

HIPMI Banjarmasin sendiri siap ikut membantu Pemerintah Kota Banjarmasin dalam proses pendampingan pengusaha baru. Salah satunya dengan cara membantu melatih para pengusaha baru dengan narasumber yang kompeten dibidangnya.

“Kita sudah bicarakan itu dengan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, kami harapkan di tahun ini sudah ada kerja sama yang konkrit antara HIPMI dan Pemkot Banjarmasin,” tuturnya.

Dengan banyaknya pengusaha baru, diharapkan geliat ekonomi di Kota Banjarmasin bisa makin meningkat. Selain itu penyerapan tenaga informal pun bisa lebih banyak untuk mengurangi angka pengangguran.

“Idealnya dari jumlah penduduk di Kota Banjarmasin yang ada sekarang, minimal dua persennya adalah pengusaha. Kalau ini bisa diwujudkan saya jamin ekonomi Kalsel bisa tambah maju,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, selama kepemimpinannya di Kota Banjarmasin, dirinya berjanji mencetak minimal sekitar 2.500 pengusaha baru.

Berbagai program pun dilakukan, baik membantu menyediakan lapak bagi pengusaha yang baru berjualan, pelatihan berbagai macam usaha secara gratis, hingga makin menyederhanakan berbagai perizinan usaha.

“Kita ingin geliat ekonomi mikro di Kota Banjarmasin bisa tumbuh dengan hadirnya para pengusaha baru. Khususnya pengusaha baru di bidang kuliner dan perdagangan yang bisa sekalian mendorong sektor pariwisata,” pungkasnya.

Baca Juga
Pelaku UMKM: Saat ini Bisa Bertahan Sudah Cukup Ba... BANJARMASIN --- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai terpengaruh kenaikan harga tepung terigu yang terjadi secara t...
Kerajinan Kalsel di Ekspor Lewat Daerah Lain BANJARMASIN – Produk kerajinan dari Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak yang dipasarkan hingga ke luar negeri. Hanya saja proses pemasaran banyak dilak...
Pelindo Banjarmasin Ajak UMKM untuk Jadi Mitra Bin... BANJARMASIN --- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Banjarmasin masih membuka kesempatan yang sebesar-besarnya bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil M...
Perajin Purun Harap Pemko Banjarbaru Buka Jaringan... BANJARMASIN --- Pelaku usaha kerajinan purun di Kota Banjarbaru mengakui masih belum mampu menjual berbagai produk kerajinan olahan ke pasar luar nege...
Geliat Industri Tampah di Tabalong TANJUNG  - Kerajinan nyiru atau tampah di Desa Bangkiling, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menjadi usaha sampingan warga selain bertani atau m...
Potensi Arang Bambu sebagai Komponen Baterai JAKARTA - Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengembangkan arang bambu untuk dijadikan sebagai kompone...
Pemkab Hulu Sungai Selatan Dorong UMKM Sasar Pasar... KANDANGAN  - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah untuk menyasar pasar retail...