Banjir Belum Surut, Posko Kesehatan Tetap Disiagakan

Editor: Satmoko

351

LAMPUNG – Petugas kesehatan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Puskesmas rawat inap Sragi masih terus bersiaga di posko kesehatan di Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan.

Menurut Eka Yuliani, selaku bidan yang bertugas di posko kesehatan sesuai dengan rencana awal posko kesehatan hanya akan disiagakan hingga Sabtu (17/3)
namun akibat banjir belum surut posko tetap disiagakan melayani korban banjir.

Sejak disiagakan selama sepekan di lokasi pengungsian korban banjir, Eka Yuliani menyebut petugas kesehatan dan relawan disiagakan sebanyak 22 orang dibagi dalam dua shif setiap harinya.

Ia menyebut, selama banjir belum surut sepekan terakhir, posko kesehatan telah memeriksa sebanyak 270 lebih warga dengan berbagai keluhan kesehatan. Warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan mulai anak-anak hingga orang dewasa akibat tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Salah satu warga di Dusun Umbul Besar masih bertahan di dalam rumah yang terendam banjir [Foto: Henk Widi]
“Sesuai rencana awal kami ditugaskan hingga akhir pekan ini, tapi melihat situasi dan kondisi di lapangan banjir belum surut, kami akan tetap di posko pengungsian menunggu keputusan dari UPT Dinas Kesehatan Puskesmas Sragi. Kapan akan berakhir, bisa sepekan lagi atau lebih cepat,” terang bidan Eka Yuliani, selaku petugas medis yang bersiaga di posko kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, saat dikonfirmasi Cendana News di Dusun Umbul Besar, Desa Bandar Agung, Minggu (18/3/2018).

Berdasarkan data posko kesehatan, dari total 270 lebih warga yang sudah berobat didominasi oleh anak-anak dan orang dewasa dengan berbagai keluhan. Eka Yuliani yang didampingi Rismawati selaku relawan menyebut, beberapa keluhan yang dialami oleh anak-anak di antaranya gatal-gatal, demam, batuk pilek, sakit mata. Sementara keluhan oleh pasien dewasa di antaranya pusing, hipertensi, nyeri kaki dan berbagai jenis keluhan lain.

Stok ratusan bungkus obat-obatan untuk berbagai jenis penyakit diakui Eka Yuliani masih tetap tersedia di posko kesehatan tersebut. Ia juga memastikan dari ratusan warga yang memeriksakan kesehatan belum ada warga yang harus menjalani perawatan lanjutan ke Puskesmas dan juga rumah sakit. Pemberian obat-obatan kepada warga sesuai dengan keluhan yang dialami diakuinya diberikan secara gratis.

Rismawati (kiri) relawan dari SMK Hampar Baiduri Kalianda dan bidan Eka Yuliani petugas di posko kesehatan korban banjir Desa Bandar Agung [Foto: Henk Widi]
Berbagai jenis bantuan obat-obatan diakuinya merupakan bentuk kepedulian Dinas Kesehatan Lamsel, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lamsel dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung Selatan. Selain itu sejumlah perlengkapan berupa hygiene kit juga diberikan untuk kebutuhan menjaga kesehatan para korban banjir agar tidak diserang penyakit.

Kepala Desa Bandar Agung, Syamsul Anwar, menyebut dari sebanyak 120 kepala keluarga terdampak banjir sebagian masih menempati tenda-tenda pengungsian di tanggul penangkis. Tenda milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel dan Polres Lampung Selatan juga masih disiagakan di tanggul penangkis. Meski demikian di sejumlah titik rumah warga banjir mulai surut.

“Rumah warga yang surut mulai dibersihkan oleh pemiliknya, meski ada yang belum surut karena air masih menggenang dari luapan Sungai Way Sekampung,” terang Syamsul Anwar.

Dari total sebanyak 120 kepala keluarga terdampak banjir, Syamsul Anwar menyebut ada sekitar 94 warga yang mengungsi. Hingga Minggu (18/3) sudah ada sekitar 50 warga yang kembali ke rumah dan membongkar tenda pengungsian, namun sebagian masih bertahan di tenda karena air belum surut.

Berdasarkan perhitungan kalender Jawa ia mengaku puncak air pasang laut akan terjadi malam ini sehingga warga was-was air masih akan meluap.

Syamsul menyebut, dampak banjir rob akibat pasang air laut ditambah debit Sungai Way Sekampung berpotensi membuat permukiman warga akan terimbas banjir. Meski demikian, siklus pasang tersebut tidak akan berpengaruh besar jika di bagian hulu Sungai Way Sekampung tidak hujan dan debit air Sungai Way Sekampung turun.

Berbagai jenis bantuan yang diberikan kepada warga berupa peralatan kesehatan, pakaian, air bersih dan makanan sudah didistribusikan ke warga yang berhak. Ia juga menyebut, selain bantuan dari berbagai pihak berupa barang bantuan juga diberikan dengan pemberian trauma healing oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lamsel, tim Aksi Tanggap Cepat (ACT) yang menghibur anak-anak dan memberi alat sekolah.

Saat banjir sudah surut, Syamsul Anwar menyebut, akan berkoordinasi dengan pihak terkait terutama BPBD Lamsel, Polres Lamsel, Dinkes Lamsel. Koordinasi dilakukan agar beberapa fasilitas seperti posko pengungsian, tenda pengungsian bisa dibongkar. Meski khusus untuk posko kesehatan ia berharap bisa menyesuaikan kondisi dan kebutuhan warga. Pasca-banjir Syamsul Anwar juga berharap dilakukan pengasapan (fogging) mencegah menjangkitnya demam berdarah akibat nyamuk.

Baca Juga
Lihat juga...