Banjir Kiriman Paksa 90 KK di Subulussalam Mengungsi

236
Ilustrasi -Dok: CDN

SUBIULIUSSALAM – Banjir kiriman menggenangi kawasan Dusun Cepu Indah, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh, mengakibatkan 90 kepala keluarga mengungsi.

Kepala Desa Subulussalam Timur, Golak Kombih, kepada wartawan di Subulussalam, Selasa (27/3/2018) mengatakan, hujan lebat dan badai disertai petir menyebabkan terjadi banjir menggenangi puluhan rumah di kawasan SungaI Cepu Indah, pada Senin.

“Kali ini, banjir sangat besar merendam puluhan rumah warga di Cepu Indah, diperkirakan setinggi satu meter lebih,” kata Golak Kombih.

Ditambahkan, banjir kali ini paling terparah sejak beberapa bulan terakhir. Tanggul yang dibangun setinggi empat meter lebih meluap. “Proyek normalisasi Sungai Cepu Indah, Subulussalam Timur dengan anggaran Rp6,8 miliar ternyata masih belum mampu mengatasi permasalahan banjir secara tuntas di kawasan ini,” katanya.

Pantauan wartawan, sampai sekarang kondisi air setinggi 1 meter masih menggenangi kawasan Cepu Indah. Namun, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Dan, saat ini banjir masih melanda kawasan Subulussalam.

Hujan deras disertai angin kecang dan petir melanda Kota Subulussalam, pada Senin, sehingga membuat warga merasa ketakutan dan memilih berdiam di rumah.

Juanda, salah seorang warga di Subulussalam, menyatakan, peristiwa ini terjadi sejak pukul 15.00 WIB, langit tampak mendung, hingga hujan dan angin disertai petir kembali menerpa wilayah tersebut.

Selain hujan deras, sambaran kilat plus gemuruh guntur bersahutan bak suara bom, hingga membuat masyarakat di sana semakin takut.

Meski sejumlah atap seng rumah warga sempat berderak-derak dan tersingkap, namun tidak ada laporan kerusakan bangunan atau fasilitas publik akibat hujan, petir dan angin tersebut.

“Kami ketakutan angin dan petirnya yang bersuara seperti bom menerjang Subulussalam, hampir setiap hari,” kata Juanda.

Selain itu, menurut Juanda, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur Subulussalam sejak pukul 15.00 WIB, sehingga merendam halaman rumah warga, akibat drainase buruk dan menyebabkan air meluap.

Untuk itu, pengguna jalan yang melintasi perbatasan Subulussalam menuju Kabupaten Pak Pak Bharat perlu berhati-hati, pasalnya kerap longsor di kawasan ini, bila hujan lebat seperti beberapa hari lalu, kawasan di sana terjadi longsor.

Namun, akibat hujan lebat tersebut belum ada informasi longsor dan banjir menimpa wilayah Subulussalam. “Sepertinya tidak ada longsor dan banjir menerpa Subulussalam, walaupun hujannya tadi sangat deras,” ungkap Roni, warga Penanggalan. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.