Banjir Kiriman Way Sekampung Rendam Puluhan Rumah di Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

454

LAMPUNG — Banjir kiriman sungai Way Sekampung mengakibatkan puluhan rumah di dusun Bunut dan dusun Umbul Besar desa Bandaragung kecamatan Sragi kabupaten Lampung Selatan terendam. Banjir terjadi sejak Selasa (6/3) hingga Kamis (8/3) dengan ketinggian mencapai 50 cm hingga 60 cm

Firdaus, salah satu tokoh masyarakat di dusun Bunut menyebutkan, selain merendam puluhan rumah banjir juga mengkibatkan akses jalan terputus sehingga warga terpaksa melintas di tanggul tambak. Meski di wilayah tersebut tidak hujan namun banjir kiriman dari sungai way Pisang yang mengalir ke sungai way Sekampung mengakibatkan air sungai meluap.

“Siswa sekolah terpaksa memilih jalur di sepanjang tanggul yang menjadi akses alternatif saat banjir karena jalan desa tergenang air,” terang Firdaus saat ditemui Cendana News, Kamis (8/3/2018)

Dusun Umbul Besar dan dusun Bunut diakuinya menjadi salah satu wilayah terparah. Banjir kiriman bahkan diprediksi akan semakin naik akibat debit air kiriman dari sungai Way Sekampung semakin meningkat.

Warga yang memiliki rumah di dekat aliran sungai Way Sekampung mulai mengamankan barang barang di dalam rumah menghindari rendaman air banjir. Tidak hanya itu, mereka mulai membuat tanggul dari karung berisi pasir untuk menghindari air masuk ke dalam rumah.

Genangan air yang sudah terjadi selama tiga hari tersebut disebutnya belum bisa diprediksi kapan akan surut. Selain curah hujan masih tinggi, wilayah tersebut kerap menjadi langganan banjir akibat kiriman dari bagian hulu sungai Way Sekampung dan sejumlah anak sungai.

Sementara itu, anggota Koramil 08/ Palas, anggota Kodim 0421/Lampung Selatan serta petugas Puskesmas Sragi dan Polsek Kecamatan Sragi terlihat melakukan peninjauan ke lokasi banjir di dusun Umbul Besar bersama aparat kecamatan Palas.

Camat kecamatan Sragi, Bibit Purwanto didampingi Kapolsek Sragi, Iptu Henur Muhammad bahkan langsung menuju ke lokasi perumahan warga yang terendam banjir luapan sungai Way Sekampung yang sekaligus batas alam kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur tersebut.

Banjir Kiriman Way Sekampung 2
Camat kecamatan Sragi, Bibit Purwanto (kanan) dan Kapolsek Sragi Iptu Henur Muhamad (kiri) meninjau lokasi banjir di desa Bandaragung kecamatan Sragi [Foto: Henk Widi]
Bibit Purwanto menyebut saat ini sedang mendata jumlah rumah dan warga terdampak banjir di wilayah tersebut dan melaporkan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan.

Ia juga mengimbau kepada warga untuk tetap mewaspadai banjir kiriman yang bisa semakin tinggi dan meluap ke perumaha. Kerusakan bangunan termasuk tambak udang vaname juga sedang dilakukan peninjauan.

“Kerugian untuk banjir sedang kita data yang pasti akses warga terhambat akibat banjir,”terang Bibit Purwanto.

Nurmaidi (40) salah satu warga dusun Bunut menyebut selain khawatir air luapan sungai Way Sekampung terus meninggi, dirinya juga kuatir buaya muara naik ke perkampungan warga. Banjir luapan sungai way Sekampung disebutnya dua hari sebelumnya hanya setinggi 30 cm dan hari ketiga sudah mencapai lutut orang dewasa. Sebagian warga penghuni rumah yang ada di wilayah tersebut diakuinya masih bertahan meski air masuk ke dalam rumah.

Baca Juga
Lihat juga...