Bank Indonesia Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,25 Persen

Editor: Irvan Syafari

343

JAKARTA — Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan besaran suku bunga acuan atau BI Seven Days Reserve Repo Rate, yaitu sebesar 4,25 persen atau masih sama dengan RDG BI sebelumnya.

Demikian salah satu hasil dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia bulanan yang berlangsung sejak Rabu hingga Kamis sore tadi. Sama seperti sebelumnya, RDG bersifat internal atau tertutup.

Keputusan itu  disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indomesia Agusman pada saat menggelar acara jumpa pers di Gedung BI Pusat, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Dikatakan Agusman, penetapan besaran suku bunga acuan atau BI Rate tersebut sesuai dengan hasil kesepakatan dari seluruh pejabat BI dalam RDG bulanan yang berlangsung sejak tanggal 21 hingga 22 Maret 2018.

Agusman juga menjelaskan,BI memutuskan tetap kembali mempertahankan besaran suku bunga Deposit Facility, yaitu sebesar 3,75 persen. BI juga memutuskan untuk menetapkan besaran suku bunga Lending Facility, yaitu sebesar 5 persen.

Ketentuan besaran BI Rate tersebut mulai efektif berlaku sejak 23 Maret 2018. Sedangkan masa berlaku hasil keputusan tersebut hingga 1 bulan ke depan atau sampai menunggu hasil keputusan RDG BI yang baru.

Dirinya juga menjelaskan, penetapan besaran suku bunga acuan atau BI Rate tersebut sama dengan hasil keputusan yang disampaikan pada RDG BI bulan sebelumnya.

“Kebijakan BI yang memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate tersebut sebenarnya konsisten, tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi makro dan juga diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian domestik,” kata Agusman di Gedung BI Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Agusman menambahkan, BI meyakini terjaganya stabilitas perekonomian menjadi salah satu landasan utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Penetapan besaran suku bunga acauan atau BI Rate tersebut salah satunya juga disebabkan karena rendahnya perkembangan nilai inflasi Indonesia, yang diprediksi akan tetap terkendali dan terjaga sepanjang tahun 2018.

Diharapkan dengan adanya kebijakan BI tersebut dapat mempertahankan dan menjaga stabilitas nilai tukar mata uang rupiah terhadap sejumlah mata uang asing, khususnya terhadap dolar Amerika.

Baca Juga
Lihat juga...