BAZNAS Bertekad Kedepankan Transparansi dan Akuntabilitas

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

296

JAKARTA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bambang Sudibyo mengatakan, pengurus periode 2015-2020 bertekad mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dengan membangun satuan audit internal. Selain itu, juga telah berhasil memperoleh sertifikat ISO 9001:2005, dan laporan keuangan yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari akuntan publik.

“Zakat sudah dimasukkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah oleh BAPPENAS. Kami merencanakan semua BAZNAS dan LAZ diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Bambang dalam keterangan resminya yang diterima Cendana News, Rabu (21/3/2018) malam.

Dia menyebutkan, Rakernas BAZNAS di Bali ini mendorong dana zakat tidak dikelola seenaknya dari pengelolaan zakat. Yakni, harus audit dari akuntan publik yang kredibel dan profesional.

Sehingga terwujud resolusi komitmen bersama untuk penguatan kelembagaan. Adapun dari sisi manajemennya, SDM pengelolaan, sistem dan pemanfaatannya.

Terkait kesiapan BAZNAS untuk diawasi OJK, Bambang mengatakan, yakni ketika BAZNAS dan LAZ siap secara keseluruhan.

BAZNAS Pusat sudah siap dengan diperoleh WTP setiap tahunnya. Sedangkan ISO tingkat provinsi sudah beberapa yang siap.

“Namun, belum semuanya siap,” akunya.

Bambang menjelaskan, perolehan zakat, infaq dan sedakah (ZIS) telah mencapai Rp 6,12 miliar. Sedangkan tahun 2017, masih dihitung, potensi bisa mencapai Rp 7 miliar.

“Kami optomis pada 2018 bisa mencapai Rp 8 triliun secara nasional,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...