BBPOM Padang Sidak Tempat Penjualan Ikan Kaleng

Editor: Koko Triarko

210

PADANG —  Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Sumatera Barat, melakukan sidak ke sejumlah tempat penjual ikan kaleng sarden di Kota Padang, Jumat (23/3/2018).

Dari sidak di Padang, BBPOM hanya mendapatkan satu ikan kaleng merek Hoki, satu merek dari dua merek yang diminta ditarik dari pasar, yakni merek Farmerjack dan IO.

Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, mengatakan sidak dilakukan sesuai intruksi dari Kepala BPOM RI, karena adanya temuan ikan kaleng sarden terindikasi cacing. Ada tiga merek yang perlu untuk ditarik, yaitu Hoki, Farmerjack dan IO.

Di Padang, dari sejumlah tempat yang disidak, seperti toko penjualan Kawasan Pondok, Kawasan penjual di Tamam Imam Bonjol, Swalayan di jalan Thamrin Padang, Transmart Padang, dan Basko Mall Padang.

“Dari sejumlah tempat itu kita hanya menemukan satu kaleng saja merek Hoki. Ikan kaleng sarden itu langsung disita oleh BBPOM, dan untuk penjualnya akan diberi pembinaan,” ujarnya, Jumat (23/3/2018).

Menurutnya, seiring adanya sidak itu, BPOM juga telah meminta kepada importir untuk menarik ketiga merek itu, yakni Hoki, Farmerjack dan IO.

Ia menjelaskan, dari hasik pemeriksaan dan pengujian BPOM RI, menemukan adanya cacing dalam kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat dalam kaleng ukurang 425 gram.

Untuk merek Farmerjack nomor izin edar (NIE) BPIM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106351356. Lalu untuk merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 3502/12 Oktober 2020. Serta untuk merek Hoki, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor bets 3502/01103.

Selain itu, Martin juga menyebutkan ada temuan besar di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, yang dilakukan oleh tim BBPOM. Sidak yang juga dilakukan hari ini menemukan 86 karton ikan kaleng sarden merek Hoki.

Sebanyak 86 karton itu didapatkan dari salah tempat toko penjual ikan kaleng, dan 86 karton ikan kaleng tersebut langsung disita oleh BBPOM.

“Sidak kali ini, kita dari BBPOM ingin memastikan, apakah Sumatera Barat masih beredar tiga prodok ikan kaleng tersebut, atau tidak. Jika ditemukan, kita sita,” tegasnya.

Untuk itu, Martin menegaskan, BBPOM akan terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredaran bets lainnya dan semua prodik ikan dalam kaleng lainnya.

Sementara itu, warga di Kota Padang, Fadhli, mengatakan, keluarganya termasuk sering membeli dan memasak ikan kaleng sarden. Dengan adanya informasi ada ikan kaleng yang terindikasi cacing, dirinya mulai melihat ikan kaleng yang dibelinya selama ini.

“Saya dan keluarga biasanya beli ikan kaleng sarden merek Mili. Ahlamdulillah, sampai saat ini Mili yang saya makan tidak ada hal-hal aneh yang ditemukan,” ucapnya.

Namun, dengan kondisi demikian, Fadhli mengaku akan lebih terliti dalam membeli ikan kaleng sarden. Menurutnya, jika sudah ditemukannya cacing di dalam ikan kaleng sarden, tentu perlu dipertanyakan dampak kesehatannya.

Tidak hanya itu, Ia menyatakan juga belum pernah melihat ada merek ikan kaleng sarden dari tiga merek yang ditarik dari pasaran tersebut.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.