banner lebaran

Bencana di Banjarnegara Didominasi Longsor

246
Bencana longsor, ilustrasi -Dok: CDN

BANJARNEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah, menyebutkan hingga 20 Maret 2018 kejadian bencana di wilayah tersebut masih didominasi oleh tanah longsor.

“Menurut data sementara, mulai dari 1 Januari hingga 20 Maret 2018, kejadian bencana paling banyak adalah longsor,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arief Rahman di Banjarnegara, Kamis (29/3/2018).

Dia menjelaskan, hingga 20 Maret ada 106 bencana di Kabupaten Banjarnegara, dan 90 di antaranya adalah tanah longsor. “Sisanya adalah banjir satu kejadian, angin kencang delapan kejadian, dan kebakaran tujuh kejadian,” kata Arief.

Akibat bencana tersebut, kata dia, sekitar 76 rumah mengalami kerusakan kategori berat, 65 lainnya rusak sedang, dan 24 rusak ringan. Dia juga kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

“Bagi warga yang ada di lereng, agar mengungsi ke tempat yang lebih aman ketika hujan deras,” katanya.

Arief menambahkan, berdasarkan informasi dari BMKG diketahui Banjarnegara, akan memasuki awal musim kemarau pada bulan Juni 2018. “Itu artinya pada saat ini masih ada potensi hujan,” katanya.

Sementara itu, BMKG menginformasikan Kabupaten Banjarnegara saat ini memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

BMKG mengingatkan, masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan pada siang hingga malam hari dengan durasi 30 menit hingga satu jam lebih.

Terlebih bila hujan tersebut berintensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang karena dikhawatirkan dapat berpotensi menimbulkan longsor atau pohon tumbang. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.