banner lebaran

Berdayakan Warga, Damandiri tak Sekadar Memberi

Editor: Koko Triarko

226

YOGYAKARTA – Program Desa Mandiri Lestari Yayasan Damandiri, diharapkan mampu mengatasi persoalan kemiskinan di Desa Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul. Pendirian koperasi unit desa (KUD) di desa ini tidak hanya diproyeksikan sebagai soko guru ekonomi, namun juga soko guru pembangunan desa.

Kepala Desa Krambilsawit, Wagiya, mengakui persoalan kemiskinan masih menjadi persoalan utama di desanya. Sekitar 50 persen warga desa Krambilsawit tercatat sebagai warga kurang mampu.

Kepala Desa Krambilsawit, Wagiya –Foto: Jatmika H Kusmargana

Selain karena faktor alam yang kurang mendukung, serta letaknya yang jauh dari pusat kota, persoalan SDM juga menjadi penyebab utama tingginya angka kemiskinan di Desa Krambilsawit.

“Kita menyambut baik adanya program Desa Mandiri Lestari dari Yayasan Damandiri ini. Karena melalui program ini kita tidak saja sekedar diberikan bantuan, namun juga diajak berpikir dan terlibat dalam memecahkan persoalan yang ada di desa,” katanya, saat acara peresmian Desa Krambilsawit sebagai Desa Mandiri Lestari.

Melibatkan seluruh masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun pemuda dan elemen lainnya, warga Krambilsawit, sebagaimana dikatakan Wagiya, diajarkan untuk bangga membangun desanya sendiri. Yakni, dengan cara gotong-royong memanfaatkan semua potensi yang dimiliki.

“Melalui program Desa Mandiri Lestari ini, Yayasan Damandiri mengingatkan kita bahwa tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, menyatakan berhasil atau tidaknya upaya pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan melalui program Desa Mandiri Lestari di Desa Krambilsawit, sangat tergantung pada masyarakatnya sendiri.

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat di Desa Krambilsawit dapat berkerja keras dan cerdas untuk mengatasi persoalan kemiskinan di desanya. Kerja sama antara warga masyarakat dan pemerintah setempat juga menjadi faktor penting mengatasi persoalan tersebut.

“Sebagus apa pun program ini di atas kertas, tapi kalau masyarakat tidak mau bekerja keras dan bekerja cerdas, tentu tidak akan berhasil. Kita Yayasan Damandiri hanya membantu saja. Terserah masyarakat Desa Krambilsawit mau maju atau tidak. Yang menentukan adalah bapak ibu sendiri,” ujarnya di hadapan warga.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.