BI NTB Dorong Warga Beralih ke Transaksi Nontunai

Editor: Koko Triarko

279
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Achris Sarwani/Foto: Turmuzi

MATARAM – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Achris Sarwani, berharap masyarakat bisa terus melek terhadap perkembangan dunia perbankan, terutama terkait transaksi keuangan.

“Transaksi nontunai di era digital sekarang ini menjadi sebuah keniscayaan di tengah masyarakat, karena itu, demi kemudahan dan keamanan dalam melakukan transaksi, masyarakat diharapkan bisa beralih dari transaksi tunai menjadi nontunai”, kata Achris, di Mataram, Selasa (20/3/2018).

Ia mengatakan, adanya program e-money merupakan bagian dari gerakan mendorong masyarakat mulai beralih melakukan transaksi keuangan, pembayaran maupun pembelian dari tunai menjadi nontunai.

Selain lebih efektif dan praktis, dari sisi keamanan juga lebih terjamin, apalagi dengan banyaknya kejahatan perbankan, melalui pencurian data dan keuangan nasabah dengan cara skimming pada mesin ATM.

Transaksi nontunai menjadi sebuah keniscayaan. Kepraktisan itu sekarang ini juga lebih banyak dibutuhkan orang untuk bertransaksi daripada menarik uang tunai ke ATM, sebisa mungkin dihindari.

“Tapi, memang untuk mewujudkan hal tersebut, butuh waktu dan proses panjang melakukan edukasi kepada masyarakat, terkadang bisa juga dipaksakan dalam bentuk kebijakan”, katanya.

Misalnya, pembelian premium di SPBU Mataram bisa diberlakukan kebijakan hanya menerima pembayaran nontunai, sebagai bagian untuk membiasakan masyarakat. Contoh lain, pembayaran di seluruh tol Indonesia, transaksi pembayaran dilakukan nontunai, tujuannya supaya lebih cepat transaksinya.

Selama ini, salah satu penyebab kemacetan  di Jakarta, karena pembayaran dilakukan secara tunai.

“Perusahaan, toko, supermarket dan pasar modern sekarang juga banyak menerima transaksi pembayaran nontunai”, katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, sekarang ini BI terus mendorong supaya bank yang ada bisa menjalin kerja sama dengan telkomsel, supaya perusahaan dan pasar modern lain di-support, penyediaan sarana prasarana dibutuhkan, bukan malah pengusaha yang menyediakan, sebab pada akhirnya yang diuntungkan juga perbankan dengan adanya banyak transaksi keuangan.

Baca Juga
Lihat juga...