BNNK Mataram Gencarkan Pencegahan Narkoba Berbasis Sekolah

259
Ilustrasi -Dok: CDN

MATARAM – Badan Narkotika Nasional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggencarkan kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat/bahan berbahaya atau narkoba berbasis sekolah.

“Metode pencegahan ini kami nilai paling mudah dilaksanakan, sebab sekolah lebih terstruktur, sehingga edukasi tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba bisa disampaikan setiap saat,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram, H Nur Rachmat di Mataram, Rabu (7/3/2018).

Dikatakan, melalui program pencegahan dan penyalahgunaan narkoba berbasis sekolah, bisa mengintegrasikan materi-materi pencegahan penyalahgunaan narkoba ke dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Sehingga, pada saat guru menerangkan Bahasa Indonesia bisa dimasukkan materi tentang bahaya narkoba, begitu juga saat guru menerangkan pelajaran agama, pendidikan jasmani dan mata pelajaran lain bisa dimasukkan tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Termasuk saat pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, P4GN perlu disampaikan, tidak hanya saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) ketika masa orientasi siswa. Bila perlu setiap minggu P4GN bisa disampaikan ke pelajar dan generasi muda.

“Tujuannya, dalam rangka membangun, mensosialisasikan agar anak-anak didik sadar tentang bahaya narkoba,” katanya.

Menurutnya, bila hal itu dapat dilakukan secara konsisten oleh semua masyarakat, siswa, guru dan personel di dalam lingkungan sekolah terlibat ikut serta menyampaikan P4GN, maka akan tercipta generasi muda yang sehat, cerdas dan berahlak mulia.

Selain itu, lanjutnya, P4GN perlu disampaikan sejak dini sesuai dengan usia dan tingkatan sekolahnya. Karenanya, model-model cara menyampaikan inilah yang perlu dilihat sesuai dengan kelompok umur.

Diyakini, kalau ada yang memiliki pendapat, bahwa penyampaian P4GN sejak usia dini akan membuat anak-anak semakin penasaran, itu hanya kekhawatiran saja.

“Tapi, kalau kita bisa menyampaikan sesuai dengan porsi dan kebutuhannya, Insya Allah anak akan lebih mengerti dan justru mereka bisa melakukan antisipasi P4GN,” katanya.

BNNK Mataram saat ini memiliki tenaga fungsional penyuluh yang setiap saat memperbaharui materi-materi bahaya narkoba kepada anak usia TK, SD, SMP, dan SMA.

“Mereka penyuluh-penyuluh narkoba yang sudah ahli dibidangnya dengan tingkatan pratama dan madya,” sebutnya.

Di samping itu, BNNK Mataram saat ini telah menerapkan program penyaringan (screening) pelajar yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba untuk dilakukan rehabilitasi.

Beberapa sekolah yang sudah dipetakan menjadi prioritas untuk pengiriman tim konselor bekerja sama dengan guru bimbingan dan konseling pada setiap sekolah dasar dan SMP, sementara untuk tingkat SMA menjadi ranah pemerintah provinsi.

“Jadi, guru BK mengumpulkan pelajar yang bermasalah, misalnya, siswa yang merokok, malas dan prestasi menurun untuk dilakukan screening,” katanya.

Para pelajar yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba akan dibantu program rehabilitasi secara gratis hingga mereka kembali pada kehidupan normal. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...