Bocornya PGN, Sandi: Mungkin Mereka Dikejar Tayang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

280

JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai, bocornya pipa gas negara (PGN) sangat fatal.

“Pasalnya pipa gas tersebut sangat dibutuhkan untuk melayani masyarakat,” sebutnya di Balai Kota, Selasa (13/3/2018).

Sandiaga mengimbau kepada pekerja yang bergabung dalam percepatan pembangunan insfrastruktur untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja supaya tidak ada korban jiwa.

“Kita mengimbau bahwa utamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Membangun itu bagus. Mengejar target itu bagus. Tapi jangan kesampingkan kaidah-kaidah SOP yang benar,” ujarnya.

“Mungkin (bisa terjadi) lelah. Mungkin mereka dikejar tayang. Tapi kalau mereka bisa komitmen bersama-sama dengan kami. Teman-teman Disnaker sudah turun pagi ini. Kita pastikan bahwa seluruh pembangunan di DKI, diutamakan keselamatan dan kesehatan dari para pekerjanya,” sambungnya.

Mantan pengusaha itu bersyukur atas bocornya pipa gas PGN ini tidak ada korban jiwa. Namun saat ini dirinya masih terus melakukan investigasi.

“Sekarang masih dalam investigasi. Tapi kita patut bersyukur tidak ada korban. Tapi kita juga terenyuh karena terjadi lagi kecelakaan,” imbuhnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, bocornya pipa milik Perusahaan Gas Negara (PGN) akibat pengerjaan infrastruktur Proyeknya Light Rail Transit (LRT) yang dilakukan oleh PT Adhi Karya.

Dia menuturkan, kebocoran pipa gas tersebut sudah ditangani dengan baik. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan proses penanganan bocornya gas tersebut.

Dia menjelaskan bocornya pipa PGN ini merupakan proyek LRT yang dikerjakan oleh kontraktor BUMN.

“Ini PGN dan proyeknya LRT yang dilakukan oleh pihak kontraktor BUMN yakni PT Adhi Karya,” tuturnya.

Sebelumnya, pipa gas milik PT PGN di Jalan mengalami kebocoran yang mengakibatkan karena pengeboran proyek LRT pada Senin 12 Maret 2018 malam.

Hal tersebut disebabkan terkena alat berat ketika pengerjaan proyek LRT. Sehingga semburan gas ini meluap.

Menurut Kasieops Damkar Jakarta Timur, Gatot Sulaeman penyebab kebocoran di duga akibat pengeboran tiang pancang proyek LRT sehinga mengenai pipa gas.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.