BPJS Padang Pasang Spanduk Informasi Terkait JKN

Editor: Koko Triarko

630

PADANG — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Padang, menyebarkan spanduk berisi pesan, bahwa pasien yang telah tergabung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak akan dikenakan biaya tambahan.

Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan cabang Padang, melalui Staf Hukum dan Komunikasi Publik BPJS cabang Padang, Bobby Ade Andrean, mengatakan, bagi pasien yang telah memiliki kartu KIS, tidak perlu kuatir saat berobat ke rumah sakit, sebab biaya pengobatan pasien KIS tidakan akan dikenakan biaya tambahan.

Staf Hukum dan Komunikasi Publik BPJS cabang Padang, Bobby Ade Andrean, mengggunakan KIS untuk memesan tiket pesawat/Foto: Ist./ M. Noli Hendra

Ia menjelaskan, setiap rumah sakit yang bekerja sama dengan JKN, baik itu untuk berobat, menggunakan fasilitas, seperti kamar perawatan dan alat lainnya. Namun, khusus obat, jika ingin ditanggung BPJS, pasien perlu melakukan naik kelas KIS-nya, misalnya dari kelas III naik menjadi kelas II, dan seterusnya.

“Jadi, kita telah memasang informasi melalui spanduk di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan dengan BPJS,” katanya, Selasa (13/3/2018).

Bobby menjelaskan, dalam spanduk yang tepasang itu juga dilengkapi nomor layanan pengaduan yang dapat digunakan masyarakat untuk melapor, bila ada rumah sakit yang meminta pembiayaan tambahan.

Untuk itu, BPJS menegaskan tidak ada biaya tambahan ketika menggunakan KIS. Jika ada pasien yang mengalami hal  tersebut, dapat melapor ke layanan pengaduan yang terpampang di masing-masing rumah sakit.

Ia berharap, dengan adanya pelayanan tersebut, masyarakat atau pasien KIS akan merasakan kenyamanan ketika berobat di rumah sakit.

Persoalan tambahan biaya rumah sakit ini, sebelumnya pernah dialami oleh salah seorang pasien di Padang, yakni Rosi. Ia mengaku mengalami kesulitan saat pengurusan layanan berobat ke rumah sakit. Seperti ketika harga obat yang harus dibelinya ternyata tidak bisa ditanggung sepenuhnya oleh KIS. Sehingga, dirinya harus menambah biaya, meski tetap menggunakan KIS.

“Saya pernah mengalami soal penambahan biaya pengobatan di rumah sakit meski telah menggunakan KIS. Tapi, di rumah sakit di mana saya berobat itu, menjelaskan jika obat yang dibelinya  tidak ditanggung oleh kelas KIS-nya, maka perlu ditingkatkan kelas KIS-nya, dan saya pun menuruti arahan itu,” ujarnya.

Namun, ia mengatakan, persoalan penambahan biaya berobat meski telah memiliki KIS itu baru diketahuinya di waktu mendapatkan persoalan tersebut. Sebelumnya, ia tidak pernah tahu, bahwa ada kategori obat yang tidak bisa ditanggung sepenuhnya oleh KIS.

“Syukurlah, ada informasi yang dipajang oleh pihak BPJS. Jika nanti pihak rumah sakit berkilah, bisa saya sodorkan informasi itu,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...