Budaya Bersepeda Luntur, Suroso Setia Modifikasi Sepeda Onthel

Editor: Satmoko

427

JAKARTA – Sarana transportasi yang kini jarang tampak di jalan raya adalah sepeda. Rupanya, budaya bersepeda masyarakat kita kian luntur. Tergusur dengan budaya mengendarai motor dan mobil. Padahal, sepeda adalah sarana transportasi yang ramah lingkungan serta menyehatkan.

Namun, bagi Suroso, bersepeda tetap menjadi kegemaran. Ia tetap memakai sepeda kayuh atau sepeda onthel di tengah situasi zaman sekarang. Setiap hari Minggu pula, pada acara Car Free Day (CFD) di depan Bundaran HI (Hotel Indonesia) selalu tampak berkumpul orang-orang yang mengendarai sepeda onthel. Dengan sepeda onthelnya Suroso memodifikasi sendiri untuk menyalurkan hobi bernuansa modifikasi tempo dulu.

“Sudah dua tahun saya melakukan kegiatan ini,“ kata Suroso penggemar sepeda onthel, kepada Cendana News, di acara Car Free Day (CFD) di depan Bundaran HI (Hotel Indonesia), Minggu (18/3/2018).

Tampak sepeda onthel Suroso dimodifikasi sedemian rupa sehingga banyak menarik perhatian orang-orang yang datang di CFD. Banyak orang selfie dengan sepeda onthelnya yang sangat antik sebab penuh aksesori, seperti peluru-peluru, topi tentara, tas dan lain-lain.

“Banyak aksesori sepeda onthel yang dijual di depan HI, kalau cocok saya beli dan kemudian pasang, terus-menerus saya lakukan sekedar untuk menyalurkan hobi pada sesuatu yang bernuansa tempo doeloe,“ ungkapnya.

Menurut Suroso banyak sekali sepeda onthel yang diparkir berjajar di depan HI. “Banyak sepeda onthel di sini, kita kumpul bersama di depan HI sebagai sesama orang penggemar sepeda onthel,“ paparnya.

“Di sini kita bisa asyik ngobrol mengenai sepeda onthel dengan aksesori yang antik-antik,“ ucapnya tampak begitu bersemangat.

Suroso menyebut yang berkumpul di depan HI ada yang dari komunitas car free day dan Kosti (Komunitas Sepeda Onthel Seluruh Indonesia). “Saya ikut yang komunitas car free day,“ akunya bangga.

Komunitas car free day yang diikuti Suroso kerap mengendarai sepeda onthel bersama-sama. Biasanya pagi-pagi berkumpul di Ratu Plaza depan Bundaran Senayan, kemudian ke depan Bundaran HI. “Asyik saja kita bersama-sama,“ ujarnya.

Suroso membeberkan apa yang dilakukan memang sekedar untuk menyalurkan hobi dan sekaligus juga olahraga. “Kita bisa refreshing,“ tegasnya.

Bisa menyalurkan hobi bagi Suroso adalah sebuah kepuasan tersendiri. Meski untuk memodifikasi sepeda onthelnya cukup menguras kocek, tapi ia puas.

“Namanya juga hobi jadi apa pun kita lakukan, yang penting kita puas,“ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...