Bulan Dasawisma di Sumbar Bentuk Kelompok Wanita Peduli Sampah

Editor: Koko Triarko

990

PADANG — Pencanangan Bulan Bhakti Dasawisma 2018 telah diresmikan di Sumatera Barat. Dasawisma yang merupakan kelompok ibu berasal dari 10 KK (kepala keluarga) rumah yang bertetangga telah menandatangani kesepakatan dengan 16 pihak swasta, BUMD, dan BUMN.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, yang meresmikan pencanangan bulan bakti itu mengatakan dengan adanya kesepakatan itu, terbentuklah sebuah kelompok di bidang lingkungan yaitu “Wanita Peduli Sampah”

Menurutnya, sampah adalah persoalan bersama dan bukan untuk suatu kelompok saja. Untuk itu, dengan adanya para ibu-ibu yang peduli sampah, kebersihan lingkungan dapat dimulai dari rumah.

Irwan melihat, bila sampah bisa terkelola dari lingkungan rumah, maka akan muncul ide untuk mendaur ulang sampah itu menjadi sebuah kerajinan yang menghasilkan uang.

“Secara tidak langsung, jika peduli sampah dan lingkungan dari rumah, maka dampak kebersihan lingkungan akan terjaga secara keseluruhan, yakni dari rumah ke rumah,” katanya, Rabu (7/3/2018).

Untuk itu, Irwan mengajak para ibu beserta masyarakat lainnya untuk memiliki ide melakukan daur ulang sampah menjadi suatu yang bermanfaat yang dapat digunakan seperti tas dan jenis kerajinan lainnya.

Ketua TP PKK Sumatera Barat,  Nevi, pun menyadari pelaksanaan 10 program pokok PKK merupakan upaya meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam mempercepat terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Ia menjelaskan, kelompok Dasawisma merupakan motor penggerak dan ujung tombak dari gerakan PKK yang diharapkan perannya dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga lahir dan bathin khususnya bagi anggota kelompoknya.

“Kita selalu berupaya memotivasi kelompok Dasawisma melalui temu ketua kelompok Dasawisma berprestasi dan dilanjutkan dengan pemilihan kelompok Dasawisma yang dilakukan secara berjenjang,” ungkapnya.

Melalui kerja sama itu, PPK berharap agar bisa mewujudkan Wanita Peduli Sampah yang nantinya akan dibagikan secara simbolik tong sampah, bioponik, komposter ke 19 Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.

Nevi juga mengimbau untuk memanfaatkan dana desa dalam menunjang pelaksanaan 10 program pokok PKK. Sembari itu, Nevi memberikan apresiasi terhadap ketua TP PKK kabupaten/kota serta ketua Dasawisma yang gigih dan ulet dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Saya menginginkan setelah pencanangan itu, maka akan program berkelanjutan dan diikuti oleh kabupaten/kota lainnya. Tentunya nanti akan ada pemantauan kelapangan,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...