Bulog Divre Kalsel Kesulitan Penuhi Stok Beras

203
Kepala Bulog Divre Kalsel, Deddy Subiantoro. –Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN – Dari target 22.000 ton beras lokal yang mampu diserap Bulog Divre Kalsel selama 2018 ini, baru sekitar 3.500 ton saja yang bisa direalisasikan.

Menurut Kepala Bulog Divre Kalsel, Deddy Supriadi, sulitnya membeli beras lokal dari para petani, disebabkan tingginya harga beli para tengkulak dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh Bulog.

“Kalau di Bulog kita belinya untuk beras sekitar Rp7.300 – Rp8.760 per kilonya. Kalau di tengkulak mereka bisa beli hingga Rp9.000 per kilo. Makanya, wajar bila petani saat ini lebih memilih menjualnya ke tengkulak ketimbang Bulog,” jelasnya, Kamis (22/3/2018).

Karena sulitnya menyerap beras lokal, Deddy pun mengaku stok beras pihaknya di gudang hanya sekitar 5.000 ton. Dengan jumlah tersebut, hanya bisa mengamankan pasokan beras di Kalsel sampai tiga bulan ke depan.

“Idealnya sebenarnya pengamanan stok beras itu sampai tujuh bulan ke depan. Kalau tiga bulan ini memang masih kurang,” tegasnya.

Karena itu, untuk bisa meningkatkan stok di Gudang Bulog Divre Kalsel, pihaknya berencana menambah stok beras dengan menyuplai beras luar negeri yang didatangkan dari Jakarta.

“Kita rencana ambil suplai beras dari Jakarta sekitar 3.000 ton. Ini sifatnya untuk jaga-jaga saja, karena biasanya pada momen Ramadhan dan Lebaran kebutuhan bahan pokok jenis beras cukup tinggi, makanya harus kita persiapkan lebih dulu mulai sekarang,” ungkapnya.

Dengan tambahan 3.000 ton beras luar negeri dari Jakarta, pihaknya optimis kebutuhan masyarakat untuk beras selama Ramadhan dan Lebaran bisa teratasi. Dengan begitu, harga di pasaran bisa senantiasa kompetitif bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin lagi jadi pemadam kebakaran, saat api besar baru hadir untuk memadamkan. Lebih baik kami stok banyak duluan di gudang, jadi saat ada gejolak sedikit saja langsung bisa segera kita atasi,” tukasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.