Buntut Panjang Persoalan Pembangunan Irigasi Batang Sinamar

Editor: Irvan Syafari

238
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit-Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Pembangunan irigasi baru seluas 1 juta haktare yang salah satunya adalah pembangunan Daerah Irigasi (DI) Batang Sinamar yang berlokasi di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, hingga kini masih mengalami kendala.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, dari laporan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera V sampai saat ini baru sekira 52 persen pengerjaan pembangunan irigasi di Batang Sinamar.

Masih kecilnya capaian pengerjaan, dikarenakan adanya persoalan sulitnya pembebasan lahan serta adanya tantangan dari masyarakat setempat. Setidaknya ada tercatat 17 lokasi yang dinilai masih sulit untuk diselesaikan, agar pembangunan kembali berjalan.

“Jika melihat ke balakang, konstruksi awal pembangunan Bendung Batang Sinamar dilaksanakan pada  2008 sampai dengan 2010. Kini diwaktu untuk melanjutkan irigasinya lagi, muncul masalah lahan yang belum bisa dibebaskan. Artinya pengerjaan ini sudah berjalan 10 tahun,” katanya, Rabu (14/3/2018).

Untuk itu, suatu hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah supaya pembangunan irigasi Batang Sinamar ialah melakukan pendekatan kepada masyarakat, baik secara berkelompok maupun secara individual. Karena, selama ini yang dilihat, komunikasi antar pemerintah dengan masyarakat yang kurang.

Menurut Nasrul, jika pada Maret 2018 ini tanah dari 17 titik itu selesai 100 persen, maka sampai akhir tahun ini pembangunan irigasi Batang Sinamar bisa mencapai 75 persen. Namun, jika tidak mampu menuntas persoalan pembebasan lahan tersebut, maka sampai akhir 2018 ini hanya 65 persen saja.

“Saya berencana akan turun langsung bersama Tim ke lapangan untuk mengetahui secara langsung persoalan yang terjadi di lokasi pembangunan irigasi Batang Sinamar. Sebab pembangunan ini tidak bisa diulur-ulur lagi,” tegasnya.

Ia menilai, jika pengerjaan Batang Sinamar hanya sampai 65 persen saja, maka irigasi itu tidak dapat digunakan secara maksimal.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Maryadi Utama menjelaskan pembangunan irigasi Batang Sinamar untuk meningkatkan hasil tanam di Provinsi Sumatera Barat.

Irigasi Batang Sinamar yang nantinya dapat meningkatkan intensitas tanam yang sebelumnya 1 kali tanam dalam setahun menjadi 2 kali tanam dalam setahun serta 5 kali tanam dua tahun.

“Nilai proyek untuk irigasi Batang Sinamar itu sebesar Rp270 miliar. Sekarang, memang ada 17 titik lokasi lagi yang belum tuntas persoalan pembebasan lawannya. Hal ini yang nantinya kita bicarakan dengan pemerintah daerah di Agam dan masyarakat setempat,” katanya.

Bahkan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera V berencana untuk melakukan pembelokan irigasi, dimana tidak melalui lahan yang selama ini masih belum mendapat persetujuan dari masyarakat. Tapi, sepertinya hal tersebut akan sulit dilakukan.

Maryadi menyebutkan kontraktor sudah berupaya untuk memulai kegiatan fisik, namun tidak bisa melanjutkan karena penolakan warga. Bahkan, patok yang telah dipasang kontraktor dicabut masyarakat saat petugas masih berada di tempat.

“Untuk itu, salah satu upaya yang perlu kita lakukan ialah melakukan pendekatan kepada masyarakat,” ucapnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.