banner lebaran

Cawapres Berlatar Militer Dinilai Cocok untuk Jokowi

Editor: Satmoko

426

JAKARTA – Sebanyak lima partai politik sudah menyatakan mengusung Jokowi sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden 2019. Publik pun berharap sebaiknya Jokowi memilih calon wakil presiden berlatar militer.

Hasil survei Political Communication Institute (PolcoMM Institute) menyebutkan publik menilai sebaiknya latar belakang calon wakil presiden yang dipilih oleh Jokowi adalah militer sebesar 31,65 persen, berlatar partai politik 17,96 persen, sementara itu dari kalangan profesional 16,26 persen, dan berlatar belakang tokoh agama sebesar 13,59 persen.

Direktur PolcoMM Institute Heri Budianto di Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018), menjelaskan alasan responden karena sosok militer dianggap tegas untuk melengkapi sosok Jokowi saat ini. Sementara itu dari kalangan partai politik dianggap mengakomodir kepentingan koalisi partai pengusung.

“Sementara dari kalangan profesional dianggap tidak mewakili kepentingan terhadap kelompok partai politik tertentu, mengingat partai yang mengusung lebih dari satu. Sehingga sosok profesional dianggap pas mendampingi Jokowi karena minim kepentingan partai politik,” sebutnya.

Sedangkan dari tokoh agama, lanjut Heri, dinilai responden pas mendampingi Jokowi untuk merepresentasikan umat Islam, karena paduan nasionalis-religius masih dianggap merupakan paduan seimbang dalam memimpin pemerintahan.

“Elektabilitas cawapres yang dipilih oleh responden untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 menempatkan Agus Harimurti Yudhoyono di posisi teratas 24,08 persen,” kata Heri.

Kemudian disusul Zulkifli Hasan sebesar 20,08 persen, Gatot Nurmantyo sebesar 18,92 persen, Muhaimin Iskandar 10,33 persen, dan Puan Maharani sebesar 6,83 persen. Di bawah Puan ada TGB Muhammad Zainul Majdi 6,50 persen, Moeldoko 2,00 persen, Agum Gumelar 1,42 persen, dan Budi Gunawan 0,33 persen. Tidak tahu/tidak menjawab 9,50 persen.

Sementara itu untuk merangkul pemilih secara nasional yang luas dan tersebar di seluruh negeri, responden menilai Jokowi sebaiknya mengambil sosok dari luar Jawa sebesar 30,54 persen, sedangkan 28,66 persen menganggap tidak masalah tetap mengambil wakil presiden dari Jawa, sedangkan sebesar 40,80 persen mengatakan tidak tahu.

Survei PolcoMM Institute menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka pada 18 Maret hingga 21 Maret 2018 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin off error sebesar 2,83%.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.