Cetak Lulusan Terampil, SMK di NTB Diminta Berbenah

Editor: Irvan Syafari

345
Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih-Foto: Turmuzi.

MATARAM — Keberadaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terutama Pulau Lombok sebagai kawasan wisata menuntut adanya ketersediaan sumber daya manusia (SDM), terutama SDM lokal yang memiliki skill dan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Karena itulah lembaga pendidikan yang ada di NTB, terutama lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), diminta berbenah dari sisi kurikulum dan jurusan, supaya lulusan dihasilkan sesuai kebutuhan pasar kerja,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih di Mataram, Kamis (29/3/2018).

Endang memberikan masukan agar SMK segera berbenah dan melihat perkembangan zaman. Jurusan yang selama ini dibuka dan tidak sesuai kebutuhan pasar kerja diminta ditiadakan

SMK jurusan komputer misalkan, sebaiknya jangan hanya mengajarkan program microsoft office kepada siswanya, karena kebutuhan pasar sekarang adalah tenaga kerja ekonomi kreatif yang mahir membuat website, film, bahkan animasi.

“Termasuk jurusan perhotelan, koki, pramuwisata, pemandu wisata dan sejumlah jurusan lain yang dibutuhkan sektor wisata,” tuturnya.

Endang menambahkan, sektor pariwisata termasuk sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan memberikan efek besar bagi sektor lain.

Tapi dalam kenyataannya lulusan SMK banyak yang tidak sesuai kebutuhan pasar kerja, akibatnya banyak lulusan SMK yang menganggur.

“Berdasarkan data BPS, kalau dilihat dari sisi pendidikan, tingkat pengangguran tertinggi adalah lulusan SMK, yaitu sebesar 9,7 persen,” katanya.

Ditambahkan, lulusan SMK di NTB justru paling banyak terserap di sektor perdagangan, yaitu sebesar 32,88 persen. Persentase lulusan SMK di NTB sebagian besar menjadi pegawai atau karyawan, yaitu sebesar 51,91 persen, sedangkan yang menjadi pengusaha hanya sebesar 25,94 persen.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Muhammad Suruji mengatakan, sebagai upaya melakukan revitalisasi SMK, semua SMK akan dikembangkan sesuai potensi yang terdapat di NTB.

“Revitalisasi SMK dengan mempertimbangkan potensi daerah dan lokal, khususnya Sumbawa dan Dompu, dengan beroperasinya pabrik ikan Teluk Saleh, kapal penangkap ikan akan diperbanyak, termasuk pelabuhan Global Hub Kayangan, Lombok Utara,” kata Seruji.

Semua SMK di NTB juga tidak boleh keluar dari lima bidang utama yaitu pariwisata, pertanian, agribisnis, seni kerajinan kreatif, kemaritiman termasuk tehnologi rekayasa.

Baca Juga
Lihat juga...