Curah Hujan, Tinggi Petambak dan Petani Lamsel Waspadai Tanggul Jebol

Editor: Irvan Syafari

253

LAMPUNG — Curah hujan tinggi di wilayah Lampung yang berimbas meluapnya Sungai Way Sekampung masih menggenangi sebagian wilayah yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS), terutama di wilayah yang berada di luar tanggul penangkis.

Hujan deras disertai banjir mengakibatkan sebanyak 31 rumah di Dusun Umbul Besar, Dusun Bunut Utara, Desa Bandar Agung dan 4 rumah warga di Dusun Pusingan, Desa Kuala Sekampung masih terendam banjir.

Sebanyak 31 rumah warga di Desa Bandar Agung, yang tergenang air hingga Jumat sore (9/3/2018) sebetulnya sempat surut. Namun air kembali mengalami kenaikan, sehingga air masuk ke dalam rumah.

Di Dusun Pusingan semua warga yang tinggal di wilayah tersebut sudah harus menggunakan perahu. Ternak kambing yang dikandangkan sejak sepekan bahkan belum dikeluarkan dari kandang meski masih terkepung banjir.

“Kami masih bertahan meski air banjir semakin naik namun jika sudah melimpas air melalui tanggul penangkis baru kami akan mengungsi termasuk bersama ternak milik kami dan tinggal sementara di tanggul menggunakan tenda,” terang Taher, salah satu warga Dusun Pusingan, Desa Kuala Sekampung saat ditemui Cendana News, Jumat (9/3/2018)

Selain mengakibatkan puluhan permukiman warga,akses jalan,kandang ternak warga terkepung banjir dampak luapan sungai Way Sekampung telah merendam hektaran lahan kebun kelapa sawit, kelapa dalam dan pisang.

Sito (50), salah satu warga pemilik lahan kebun sawit mengaku sebagian besar tanaman miliknya sudah terendam air luapan sungai Way Sekampung setinggi satu meter. Sepekan terendam membuat ia tidak bisa memasuki area kebunnya.

Lahan kebun sawit yang berada di luar tanggul penangkis dan di dekat DAS Sungai Way Sekampung ikut terendam akibat debit air sungai terus meninggi. Selain lahan kebun sawit Sito mengaku, was was pada sebagian bangunan tanggul penangkis akan limpas ke area tambak udang vaname, bandeng dan lahan pertanian sawah.

Jika hujan deras dan luapan Sungai Way Sekampung belum surut pada beberapa bagian tanggul berpotensi jebol, terutama tanggul yang belum permanen.

“Kita berharap tidak limpas apalagi jebol namun melihat hujan masih sering turun tetap was was karena sungai Way Sekampung menampung aliran dari berbagai sungai lain,”terang Sito.

Ia menyebut ketinggian air luapan sungai Way Sekampung pada beberapa bagian yang diukurnya mencapai 2 hingga 3 meter. Meski demikian pada beberapa bagian ketinggian air mencapai 1 meter dan berpotensi limpas terutama pada bagian tanggul yang masih berupa talud dari karung berisi tanah. Pada beberapa bagian disebutnya sudah ditanggul permanen menggunakan semen.

Potensi limpasan tersebut diakuinya bisa terjadi saat terjadi pasang air laut tertinggi dan kiriman air dari hulu Sungai Way Sekampung masih berlangsung. Rasa was was tersebut diakui Sito, sebab sebagian besar pemilik tambak udang, bandeng dan lahan pertanian sawah berada tepat di sisi tanggul penangkis.

Pada peristiwa banjir beberapa tahun sebelumnya warga Desa Bandar Agung bahkan bergotongroyong meninggikan tanggul dengan karung diisi tanah.

“Sebagian pemilik tambak selalu memantau ketinggian air was was jika limpas terutama pemilik tambak yang memelihara udang vaname siap panen,”beber Sito.

Antisipasi jangka pendek diakui Sito dilakukan oleh petambak dengan melakukan peninggian setiap petak tambak. Selain telah menyediakan karung bekas pakan untuk diisi tanah sebagai talud, petambak seperti Sito menyediakan jaring.

Jaring khusus disediakan untuk memagar tambak jika sewaktu waktu air luapan sungai way Sekampung limpas udang yang dibudidayakan tidak keluar dari petak tambak.

Warga Dusun Bunut Utara dan Dusun Umbul Besar yang sudah terimbas luapan banjir Sungai Way Sekampung hingga kini masih bertahan. Sebagian besar warga masih tetap bertahan dengan alasan masih menjaga barang berharga di dalam rumah. Sebagai antisipasi air semakin meninggi sebanyak dua pos keamanan lingkungan (Poskamling) disiagakan.

Warga sebelumnya telah dikunjungi oleh Camat Sragi Bibit Purwanto dan Kapolsek Sragi Iptu Henur Muhamad. Selain mengimbau warga selalu waspada akan potensi luapan yang semakin meninggi.

Warga diminta mengaktifkan ronda malam untuk menjaga keamanan. Selain menjaga keamanan ronda dilakukan memantau ketinggian air dan segera memberitahukan kepada aparat desa hingga kecamatan.

Baca Juga
Lihat juga...