banner lebaran

Dalami Kasus Emirsyah Satar, KPK Periksa Pejabat Garuda Indonesia

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

206
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Puji Nur Handayani, Vice President (VP) Operation Support PT. Garuda Indonesia (Persero) diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah menjelaskan, Puji Nur dimintai keterangan untuk tersangka Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia.

“Pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap Puji Nur Handayani tersebut dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah Satar, mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia,” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Menurut Febri Diansyah pemeriksaan tersebut dilakukan terkait kasus korupsi berupa penerimaan suap atau gratifikasi dalam pengadaan atau pembelian sejumlah mesin pesawat terbang komersial buatan perusahaan Rolls-Royce asal Inggris.

Selain itu pemeriksaan juga berkaitan dengan pembelian sejumlah pesawat terbang komersial buatan Konsorsium Airbus.

Sebelumnya, Emirsyah Satar dijadikan tersangka karena diduga telah menyalahgunakan jabatannya selama dirinya menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Garuda sejak 2005 hingga 2014. Yang bersangkutan diduga juga telah menerima sejumlah hadiah sebagai imbalan atas pembelian sejumlah mesin pesawat dan pesawat penumpang komersial.

Penyidik KPK meyakini bahwa Emirsyah Satar telah menerima uang dan juga aset berupa properti dengan nilai total sebesar 4 juta Dolar Amerika (USD) atau sebesar Rp54 miliar dengan estimasi nilai tukar atau kurs RP13.500 per 1 USD. Aset Emirsyah Satar diduga tersebar di Jakarta hingga Singapura.

Dalam kasus korupsi di PT. Garuda Indonesia tersebut hingga saat ini penyidik KPK untuk sementara telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, masing-masing Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo. Tersangka Soetikno Soedarjo diketahui merupakan seorang pengusaha, yang bersangkutan diduga sebagai perantara suap untuk Emirsyah Satar.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.