Damandiri Lindungi Warga Miskin dari Persaingan Global Melalui Koperasi

Editor: Satmoko

464

YOGYAKARTA – Kondisi persaingan global yang terjadi saat ini dinilai semakin memberatkan warga miskin di Indonesia untuk bisa keluar dari lingkaran atau jeratan kemiskinan yang ada. Terlebih selama ini, mayoritas warga miskin di Indonesia, tidak terlindungi dari ketatnya persaingan global tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Damandiri, sekaligus mantan Menteri Koperasi di era Presiden Soeharto, Subiakto Tjakrawerdaja saat acara peresmian Desa Krambilsawit sebagai Desa Mandiri Lestari binaan Yayasan Damandiri, bertempat di balai desa setempat, di Krambilsawit, Saptosari, Gunung Kidul, Sabtu.

“Keluarga miskin saat ini semakin berat. Sudah miskin masih harus menghadapi persaingan global. Jadi sangat sulit. Apalagi selama ini mereka, para warga miskin tidak terlindungi dari persaingan global,” katanya.

Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaja saat meninjau pemberian bantuan Gerobak Rakyat Damandiri pada warga Desa Krambilsawit. Foto: Jatmika H Kusmargana

Karena itulah, Subiakto menyatakan, melalui program Desa Mandiri Lestari, Yayasan Damandiri, sebagai salah satu dari 8 yayasan bentukan Presiden RI ke 2 HM Soeharto, menawarkan program perlindungan bagi warga miskin dari ketatnya persaingan global. Yakni melalui koperasi.

“Kami mencoba membantu, melindungi keluarga miskin dari persaingan global, dengan menjadikan mereka sebagai anggota koperasi. Sesuai amanat UUD 1945, koperasi akan menjadi sarana untuk memperkuat dan melindungi keluarga miskin dari persaingan global,” katanya.

Melalui program Desa Mandiri Lestari itulah, dikatakan, warga miskin di Desa Krambilsawit yang mencapai 60 persen, akan dibantu dan diberdayakan sehingga mampu berusaha dan menjadi para wirausahawan. Dengan begitu diharapkan kehidupan ekonomi warga miskin akan semakin terangkat dan menjadi lebih sejahtera.

“Warga miskin kita berdayakan dengan cara berkelompok. Karena tanpa membentuk kelompok, kita tidak akan bisa menghadapi persaingan global. Jadi kita ingin bangun kelompok yang hebat dan kuat dengan dukungan koperasi,” katanya.

Tak hanya akan menjadi soko guru ekonomi, koperasi yang dibentuk nantinya diharapkan dapat menjadi soko guru pembangunan di Desa Krambilsawit. Koperasi mengurusi segala macam hal mulai dari bayi yang lahir hingga bayi itu tua dan mati.

Baca Juga
Lihat juga...