Dampak Banjir Way Sekampung, Warga Mengeluhkan Beragam Penyakit

Editor: Irvan Syafari

299

LAMPUNG — Genangan air akibat banjir luapan Sungai Way Sekampung di Dusun Umbul Besar, Sumber Jaya dan Bunut Besar, Desa Bandar Agung mulai berdampak bagi warga, khususnya anak anak. Banyak warga datang berobat ke posko kesehatan, yang telah didirikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi Syamsul Anwar menungkapkan, sebanyak 120 kepala keluarga terdampak banjir sebagian sudah memeriksakan kesehatan di posko kesehatan.

Syamsul menghimbau kepada warga yang rumahnya terendam banjir agar mengungsi di tempat yang aman. Selain di tenda milik keluarga, tenda yang dibuat oleh BPBD Lampung Selatan, Polres Lamsel yang ada di tanggul penangkis bisa digunakan. Anjuran untuk mengungsi tersebut Syamsul untuk meminimalisir warganya terserang penyakit akibat kondisi lingkungan yang tergenang air.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, yang mengerahkan personil UPT Puskesmas Rawat Inap Sragi untuk menyediakan tempat pemeriksaan gratis berikut obat obatan,” kata Syamsul saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (13/3/2018)

Dari total 120 kepala keluarga, sebanyak 94 kepala keluarga sudah mengungsi ke tanggul penangkis. Sisanya sebanyak 26 kepala keluarga bertahan. Sebagian warga yang bertahan merupakan warga yang memiliki rumah tingkat meski bagian bawah rumah sudah terendam.

Total sebanyak 423 jiwa warga terdampak banjir hingga Selasa (13/3) disebutnya sudah memeriksakan kesehatan sebanyak lebih dari 70 orang.

Kepada setiap ketua RT, Syamsul mengarahkan warganya untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan. Selain hujan masih mengguyur, sebagian warga yang tinggal di tanggul penangkis dengan tempat tidur seadanya membuat warga berpotensi terserang gangguan kesehatan.

Sebagian anak-anak yang memanfaatkan waktu bermain di genangan air, sudah mulai terserang gatal gatal akibat air yang tidak bersih.

Syamsul mengaku sudah menerima secara simbolis bantuan obat oatan dari Dinas Kesehatan melalui Kristi Endarwati selaku Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

Selain obat obatan yang dikirim ke posko kesehatan bantuan berupa kelambu khusus untuk ibu yang sedang hamil dan memiliki balita juga diberikan. Syamsul juga menyebut, bantuan sabun cuci telah diberikan oleh Aribun Sayunis, selaku Ketua Asosisasi Pembudidaya Catfish Indonesia (APCI) Provinsi Lampung.

“Banyak anak anak yang bermain di genangan air, sehingga dominan terkena penyakit kulit sehingga kami himbau anak anak tidak bermain di air,” beber Syamsul.

Warga yang terserang penyakit kulit telah mendapat bantuan salep kulit. Aktivitas menyelamatkan barang barang di dalam rumah untuk dibawa ke pengungsian membuat warga masih harus melintas di genangan air.

Selain penyakit kulit, pusing, mual, batuk dan flu, penyakit mata juga menyerang warga terdampak banjir. Akses air bersih yang terbatas disebutnya ikut mempengaruhi menurunnya kesehatan korban banjir.

Beruntung ujar Syamsul, Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan menyediakan fasilitas mobil tangki dan mobil pengolah air bersih. Warga bisa mengambil air bersih dari kendaraan tangki yang disiagakan di Puskesmas Pembantu Bandar Agung akibat akses jalan masuk yang sulit dilalui. Bantuan air bersih tersebut diakuinya sangat membantu untuk keperluan warga memasak dan minum.

Selain dari dinas kesehatan,perhatian kesehatan pengungsi korban banjir juga dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Lamung Selatan. Ahmad Yaain dari PMI Unit SMKN 1 Sragi menyebut, pihaknya berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Petugas PMI melakukan pendataan ke setiap tenda pengungsi banjir.

Ahmad Yaain (tengah), seorang petugas PMI mendata warga terdampak banjir-Foto: Henk Widi.

“Kami melakukan kunjungan ke setiap tenda pengungsi dan melihat kondisi setiap pengungsi sekaligus menganjurkan untuk pemeriksaan kesehatan,” tutur Yaain.

Banjir yang masih berimbas pada warga masih mengungsi di tenda darurat diakuinya mulai membuat warga mengalami gangguan kesehatan. Beberapa petugas PMI disiagakan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan berjaga selama 24 jam bergantian di posko kesehatan.

Baca Juga
Lihat juga...