Dampak Kerusakan Jalan, Dua Kendaraan Terperosok di Palas

Editor: Irvan Syafari

367

LAMPUNG — Kerusakan ruas jalan provinsi di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan yang sudah terjadi selama lima tahun kembali memakan korban.

Menurut Usman (40) salah satu warga Desa Sukaraja, kerusakan jalan di ruas jalan provinsi tersebut sepanjang puluhan kilometer dan titik paling parah di Desa Sukaraja.

Dua buah kendaraan pengangkut barang di antaranya truk bernomor polisi BE 9395 BH sempat amblas di jalan tersebut dan truk bernomor polisi BE 9964 CM.

Usman mengatakan, dampak hujan terus menerus mengakibatkan jalan tergenang air memperparah kerusakan jalan. Warga yang melintas mempergunakan mobil dan motor kerap harus melaju dengan kecepatan rendah di titik jalan tersebut. Sudah ada puluhan kendaraan yang rusak akibat kerusakan jalan tersebut selama bertahun tahun.

“Sepekan ini genangan air belum surut di ruas jalan provinsi ini dan pagi ini dua kendaraan amblas di jalan yang berlubang sehingga lalu lintas macet dari dua arah, warga yang beraktivitas terganggu termasuk para siswa sekolah,” ungkap Usman kepada Cendana News, Kamis (8/3/2018).

Dua kendaraan truk satu di antaranya bernomor polisi BE 9395 BH bermuatan asbes dan truk bernomor polisi BE 9964 CM bermuatan air mineral amblas di titik tersebut.

Akibatnya kendaraan lain yang akan melintas harus menunggu kedua truk yang berada dalam posisi melintang dievakuasi dan kemacetan tak bisa dihindarkan. Evakuasi baru bisa dilakukan dengan menarik mempergunakan truk bernomor polisi BE 8276 OA sehingga lalu lintas kembali lancar setelah tiga jam.

“Satu kendaraan bisa dievakuasi dengan cepat namun kendaraan pengangkut air mineral yang dikemudikan Arnet harus disangga dengan bambu karena miring,” beber Usman.

Belasan personil dari Polsek Palas dan Satuan polisi pamong praja kecamatan Palas bahkan ikut dikerahkan mengatur lalu lintas dari arah kecamatan Penengahan dan Kecamatan Sragi.

Akses jalan utama penghubung antar kecamatan yang merupakan jalan provinsi tersebut membuat para siswa yang akan menuju ke sekolah terganggu. Sebagian siswa yang diantar oleh orangtuanya dengan kendaraan bahkan terpaksa diturunkan di dekat lokasi truk amblas tersebut dilanjutkan jalan kaki.

Hendrik (15), salah satu siswa MTSN 2 Palas mengaku selama hampir dua tahun lebih kerusakan jalan di dekat sekolahnya sangat parah terutama saat musim hujan.

Imbasnya sebagian siswa, yang menggunakan akses jalan utama tersebut kerap harus berhati hati saat melintas di jalan tersebut. Sebagian siswa harus terpaksa terlambat sekolah akibat kerusakan jalan belasan kilometer tersebut.

“Pada jam jam sibuk saat pagi hari lalu lalang kendaraan yang padat dari dua arah membuat siswa kerap terlambat sekolah karena laju kendaraan tidak bisa dipercepat,” ucap Hendrik.

Selain merugikan bagi para siswa sekolah,dampak kerusakan jalan mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu. Lokasi Pasar Tradisional Sukaraja yang berdekatan dengan jalan rusak membuat warga mengalami kesulitan saat melintas. Pemilik kendaraan bahkan sebagian mengalami kerusakan setelah melintas di jalan tersebut.

Kapolsek Palas Iptu Budi Purnomo yang ikut meninjau lokasi kerusakan jalan menyebut, pihaknya telah mengerahkan seluruh personil Polsek Palas untuk melakukan pengamanan lokasi di ruas jalan provinsi Desa Sukaraja ,Kecamatan Palas.

Selain melakukan pengamanan evakuasi truk pengangkut air minum kemasan personil Bhabinkamtibmas juga ikut mengatur lalu lintas dari dua arah yang sempat memacetkan arus lalulintas sepanjang satu kilometer.

“Personil Polsek Palas sudah dikerahkan ke lokasi karena ada dua kendaraan terperosok di lokasi jalan amblas yang berada di dekat perumahan warga dan sekolah,” terang Iptu Budi Purnomo.

Kehadiran personil Polsek Palas tersebut bahkan disebut untuk mengantipasi isu adanya aksi warga yang akan memblokade jalan. Aksi yang akan dilakukan spontan akibat kerusakan jalan provinsi belum diperbaiki tersebut dilakukan sebagai bentuk kekesalan warga. Meski aksi tidak dilakukan namun pasca insiden dua mobil dan kemacetan parah warga disebutnya menggelar pertemuan dengan pihak kecamatan.

Pertemuan dengan berbagai pihak diantaranya pemilik usaha penjual bahan bangunan, Kepala desa di Palas, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kabupaten Lampung Selatan dan Camat Kecamatan Palas.

Pertemuan yang digelar di kantor kecamatan Palas tersebut merupakan buntut kekesalan warga yang belum mendapatkan realisasi perbaikan jalan rusak oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

Baca Juga
Lihat juga...