Dandim Sikka Imbau Pelajar Cintai Budaya Lokal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

336

MAUMERE — Dandim Sikka mengimbau pelajar di kabupaten Sikka yang terbiasa menarikan tarian Hegong dan memainkan alat musik gong Waning untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal. Karena busaya tersebut jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia.

“Kebudayaan serta kreasi seni yang dibawakan oleh baik seni tari maupun paduan suara disertai dengan mengenakan pakaian budaya tradisional yakni tenun ikat Sikka sangatlah memberikan dampak sertai nilai yang sangat positif,” ungkap Dandim Sikka Letkol Inf. Sugeng Prihatin,SSos,Msi Senin (5/3/2018).

Dikatakan Sugeng, kreasi seni seperti yang ditampilkan siswa-siswi SMK Sint. Gabriel saat pesta perak sekolah, Sabtu (3/3/2018) sungguh menakjubkan. Dari sini dilihat bahwa dengan kreasi seni siswa-siswi di Maumere ini, dapat membangun dan menjaga seni budaya, kearifan lokal yang ada di Nian Tanah Sikka.

“Saya mengimbau kepada segenap kawula muda khususnya bagi siswa-siswi SMA dan SMK di kabupaten Sikka agar tidak tergiur akan media sosial ataupun internet yang mana sangatlah berpengaruh dalam mengubah pola pikir baik secara negatif maupun positif,” sebutnya.

Namun apabila hal itu positif lanjut Letkol Sugeng, maka kembanglah nilai seni dan budaya dalam hal ini kembanglah akan seni keterampilan serta kreasi budaya sehingga orang luar daerah dapat mengetahuinya.

cintai budaya lokal
Dandim Sikka Letkol Inf.Sugeng Prihatin,SSos,MSi. (kanan) saat menyaksikan pentas seni budaya di SMK Sint.Gabriel Maumere. Foto : Ebed de Rosary

Sementara itu wakil bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar berharap agar lembaga pendidikan bisa mendidik para pelajar untuk terus mencintai seni dan budaya lokal. Perbanyak pentas seni budaya di sekolah-sekolah agar para pelajar bisa berkreasi.

“Selama ini hampir di setiap sekolah baik sejak jenjang SD sampai SMA terdapat kegiatan ekstra kurikuler seperti seni tari dan musik. Anak-anak juga diajarkan menari dan memainkan alat musik lokal speerti ging waning untuk mengiringi pertunjukan tari,” terangnya.

Pemerintah kabupaten Sikka lanjut Nong Susar, melalui dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga membantu pengadaan alat musik gong Waning serta ikut memfasilitasi para pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti lomba seni budaya di luar daerah.

“Pemda Sikka tetap fokus membantu para pekajar yang ingin mengikuti pentas seni budaya dan lomba serupa di luar daerah. Ada banyak pelajar kita yang meraih juara dalam tarian daerah dan musik daerah. Ini perlu terus dipertahankan agar pelajar tetap mencintai seni budaya lokal kita dengan penerapan program ekstrakurikuler di sekolah,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...