Dandim Sikka Ingatkan Prajurit Netral di Pilkada

Editor: Koko Triarko

427

MAUMERE – Prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Kodim 1603 Sikka harus menjaga netralitas dan tidak mendukung atau memihak salah satu calon yang bertarung dalam Pilkada, baik kabupaten Sikka maupun gubernur NTT.

“Kita sudah ditekankan oleh pimpinan komando atas, baik Danrem, Pangdam, maupun Panglima TNI, bahwa kita semua harus netral. Artinya, netral itu kita tidak memihak atau mendukung salah satu pasangan calon,” tegas Dandim 1603 Sikka Letkol. Inf. Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., Selasa (13/3/2018).

Dikatakan Sugeng, khusus bagi keluarga TNI dan ASN dalam hal ini bagi segenap istri prajurit dan ASN yang mempunyai hak pilih dipersilahkan menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani masing-masing.

“Dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang TNI, ditegaskan bahwa TNI tidak berpolitik praktis, artinya sikap netralitas kita khusunya TNI  untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” tuturnya.

TNI bersikap netral dan dilarang melibatkan diri dalam politik praktis. Untuk Babinsa di lapangan, ke depan agar bersama-sama dengan pihak kepolisian dalam hal ini Babinkamtibmas dan pihak Kecamatan untuk bersinergi dan terpadu secara bersama-sama di lapangan.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sikka, Vinsensius Vivano Bogar, mengimbau agar segenap aparat kepolisian, TNI maupun ASN atau PNS, agar selalu menjaga netralitas dalam perhelatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Kita berharap, aparat keamanan baik polisi maupun TNI serta ASN untutk menjunjung tinggi netralitas dalam Pilkada sesuai undang-undang. Kita juga sudah meminta Panwaslih kabupaten Sikk,a agar bekerja secara maksimal mengawal netralitas ini,” ungkapnya.

Sebagai penyelenggara pemilihan umum, lanjut Vivano, pihaknya pun dituntut untuk menjaga netralitas. Untuk itu, pihaknya juga telah mengimbau kepada segerapa pengurus PPS, PPK dan KPPS untuk mengedepankan netralitas dan pihaknya akan mengambil tindakan tegas, bila ditemukan adanya pelanggaran.

“Kita ingin, agar Pilkada ini bisa berjalan aman, lancar, damai, jujur, adil dan demokratis dan kami juga sudah menggelar deklarasi dan penandatanganan kampanye damai dan menjaga, agar pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan baik sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.