Dapur Umum Tagana Lamsel Terpaksa Berdiri Jauh dari Lokasi Banjir

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

385

LAMPUNG — Taruna Siaga Bencana (Tagana) kabupaten Lampung Selatan dari Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan mulai mengoperasikan mobil dapur umum lapangan.

Mulai Senin (12/3) tim Tagana Lamsel mulai mendirikan dapur umum di Puskesmas desa Bandar Agung dan mulai dioperasikan pada Selasa (13/3).

Safroni Kasim, ketua Tagana Lampung Selatan menyebutkan, hari pertama pengoperasian dapur umum pihaknya memasak sekitar 450 bungkus nasi untuk warga di dusun Umbul Besar, Bunut Utara dan Sumberjaya.

“Kami mendapat data tersebut dari posko siaga bencana yang didirikan di dusun Umbul Besar namun akibat hujan deras membuat kami memutuskan untuk mendirikan dapur umum di Puskesmas desa yang berjarak sekitar tujuh kilometer di lokasi terjauh,” ungkap Safroni Kasim selaku ketua Taruna Siaga Bencana Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (13/3/2018)

Sesuai dengan kebutuhan, Safroni Kasim menyebutkan, dalam satu hari dapur umum menyediakan sebanyak 450 porsi makan. Saat pagi hari ia menyebut sebanyak 250 bungkus sudah didistribusikan untuk warga dan saat makan siang didisribusikan sebanyak 450 bungkus.

“Setiap kepala dusun yang wilayahnya terdampak banjir datang ke dapur umum mengambil nasi bungkus yang sudah disediakan oleh tim Tagana,” terangnya.

Tagana lamsel
Safroni Kasim, Ketua Tagana Kabupaten Lampung Selatan ikut membantu membungkus nasi untuk [Foto: Henk Widi]
Keterbatasan personel sekaligus medan yang sulit membuat proses pengambilan dilakukan oleh kepala dusun. Sebab dari total sebanyak 50 personil Tagana Lamsel petugas yang disiagakan perhari sebanyak 10 orang dengan tugas yang sudah ditentukan.

Satu unit mobil dapur umum lapangan memiliki fasilitas tempat memasak nasi, air dan sayur. Empat petugas Hasan, Suwanto, Kusumo, Noviansah bertugas melakukan proses memasak nasi sebagian membantu membungkus nasi, mie dan lauk. Satu unit kendaraan tangki air berisi 5.000 liter juga disediakan khusus untuk kelancaran dapur umum.

Aharudin selaku kepala dusun Sumber Jaya menyebut dirinya terpaksa mengambil logistik makanan dari rumah untuk sebanyak 26 warga di dusun tersebut.

“Untuk mengambil logistik terpaksa menempuh jarak sekitar tujuh meter dengan menggunakan kendaraan roda dua,” sebutnya.

Disebutkan, karena tingginya air, warga yang menggunakan kendaraan roda dua juga mengalami kesulitan. Bahkan sebagian logistik terpaksa harus dikirim menggunakan perahu karet.

Baca Juga
Lihat juga...