Desa Krambilsawit Diharapkan Jadi Percontohan Desa Cerdas Teknologi

Editor: Satmoko

733

YOGYAKARTA – Desa Krambilsawit di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul diharapkan mampu menjadi desa yang modern, cerdas teknologi, serta memiliki kemampuan persaingan di era global.

Hal itu menyusul dicanangkannya Desa Krambilsawit sebagai salah satu desa binaan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui program Desa Mandiri Lestari.

Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja menyatakan, konsep untuk mewujudkan desa modern, cerdas teknologi dan mampu bersaing di era global, itu sebenarnya sudah dicanangkan Pak Harto sejak 20 tahun silam. Yakni pada saat Hari Peringatan 50 Tahun Koperasi Indonesia pada 12 Juli 1997.

“Perkembangan zaman saat ini mengharuskan seperti itu. Keluarga miskin tidak hanya harus berusaha lepas dari jeratan kemiskinan, namun harus menghadapi persaingan global. Ini sangat berat. Karena itu kita datang untuk membantu,” katanya saat acara peresmian di Desa Krambilsawit sebagai Desa Mandiri Lestari bertempat di Balai Desa Krambilsawit, Saptosari, Gunung Kidul, Sabtu (10/3/2018).

Dalam acara yang dihadiri Putri Presiden RI ke 2, HM Soeharto, Titiek Soeharto itu, Yayasan Damandiri menggelontorkan berbagai macam bantuan sebagai bagian upaya pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan warga masyarakat Desa Krambilsawit.

Titiek Soeharto bersama Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaja berinteraksi dengan warga desa setempat saat acara peresmian Desa Mandiri Lestari Krambilsawit. Foto: Jatmika H Kusmargana

Mulai dari program bedah rumah dan pendirian warung usaha, pemberian gerobak rakyat untuk berdagang, bantuan sarana pendidikan PAUD, pemberian modal usaha lewat program Tabur Puja, pendirian KUD hingga berbagai pelatihan bagi warga masyarakat.

“Kami memilih Desa Krambilsawit karena mayoritas masyarakat di desa ini masih miskin. Kami menawarkan program perlindungan bagi keluarga miskin lewat koperasi. Koperasi inilah yang akan melindungi warga miskin dari persaingan global,” katanya.

Sementara itu, Titiek Soeharto berharap, penetapan Desa Krambilsawit sebagai Desa Mandiri Lestari dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga masyarakat Desa Krambilsawit. Khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan persoalan kemiskinan di Desa Krambilsawit.

“Mudah-mudahan apa yang telah kami lakukan melalui Yayasan Pak Harto ini bisa memberikan manfaat, sekaligus menjadi contoh bentuk kegotongroyongan dan kepedulian atas sesama,” katanya.

Titiek Soeharto bersama Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaja dan sejumlah pejabat desa setempat menabuh kentongan sebagai tanda peresmian Desa Krambilsawit sebagai Desa Mandiri Lestari. Foto: Jatmika H Kusmargana

Wakil Bupati Gunung Kidul, Badingah, melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunung Kidul, Sri Hartanto mengaku, menyambut positif penetapan Desa Krambilsawit sebagai Desa Mandiri Lestari binaan Yayasan Damandiri. Ia menilai, program Desa Mandiri Lestari merupakan program yang sangat mulia dan sejalan dengan UUD 1945 pasal 33 yakni dalam upaya mewujudkan kemandirian.

“Semoga adanya dukungan ini akan memacu masyarakat Krambilsawit untuk melanjutkan proses pembangunan menuju kemandirian. Semoga program ini juga dapat menginspirasi desa lain untuk mengembangkan potensi masing-masing,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...