Digital Innovation Lounge Bantu Generasi Kreatif di Padang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

312

PADANG — PT. Telkom Sumatera Barat menyediakan suatu tempat untuk kreatifitas anak muda di Kota Padang, dengan ruangan khusus bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat digital preneur yang siap masuk ke industri.

General Manager PT Telkom Sumatera Barat, Sulkan mengatakan, ruangan khusus itu berada di lantai II Gedung Telkom Akses, Jalan Ahmad Dahlan, Padang. Ruang khusus itu diberi nama Digital Innovation Lounge atau lebih dikenal dengan singkatan DILo.

“Ini merupakan bentuk kita mendukung generasi muda Kota Padang menjadi digital preneur yang handal yang mempunyai ide-ide baru dalam mengembangkan bisnis digital dan digitalisasi di berbagai sektor kehidupan,” ujarnya, Selasa (6/3/2018).

Menurutnya, alasan awal adanya kehadiran DILo, karena di Sumatera Barat sebelumnya telah memiliki beberapa komunitas startup dan digital potensial. Seperti dari beberapa perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan.

“Jadi munculnya calon-calon startup digital baru, maka ke depannya akan melahirkan profesional bidang digital dari Sumatera Barat, yang mampu mendukung digitalisasi Indonesia, dan munculnya pemahaman tentang inovasi digital, bisnis digital, dan pemanfaatan digital bagi pertumbuhan masyarakat,” katanya.

Dengan kehadiran DILo di Kota Padang, maka diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak positif digital yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi, pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan keamanan.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan akan sama dengan DILo di kota sebelumnya. Seperti knowledge sharing atau expert session, kegiatan pelatihan teknis, bisnis, dan desain, roadshow DILo , kompetisi digital, DILo Festival, pra-inkubasi, startup pitching, hingga program persiapan pembentukan startup digital kepada para founders.

“Oleh karena itu DILo Padang dapat dimanfaatkan secara optimal dan saling menjaga fasilitas yang telah dibangun,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa di Padang, Bobi mengatakan, sangat tertarik. Dirinya ingin menjual beras di kampungnya yakni beras Solok. Selama ini ia menjual beras dari rumah ke rumah warga dan di warung-warung di dekat rumah.

“Saya dapat infomasi dari teman-teman juga soal DILo itu. Makanya saya mulai berpikir untuk mengembangkan usaha beras Solok saya ini di dunia digital,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai seorang mahasiswa ia ingin sekali mempunyai penghasilan sendiri, tanpa harus membenani keluarganya. Alasan dirinya memilih untuk menjalani usaha beras Solok itu, mengingat kedua orangtuanya juga tengah manjalani usaha menjual beras solok.

“Yang saya lihat peluang usaha beras solok secara online mungkin saja menguntungkan. Karena belum begitu banyak orang yang menanfaatkan digital untuk memasarkan beras Solok,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...