Dikbud NTB Ingatkan Sekolah tak Lakukan Pungli

Editor: Koko Triarko

194

MATARAM – Jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengingatkan semua sekolah untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli).

“Kepada semua sekolah supaya jelang pelaksanaan UNBK, tidak melakukan Pungli dalam bentuk apa pun, pungli haram hukumnya”, kata Kepala Dikbud NTB, Muhammad Suruji, di Mataram, Kamis (22/3/2018).

Ia mengatakan, Dikbud NTB melarang pungutan dengan alasan apa pun kepada orang tua siswa, apalagi dengan alasan keperluan pembelian perlengkapan sarana prasaran kebutuhan UNBK seperti komputer.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Muhammad Suruji/Foto: Turmuzi

Karena terkait kelengkapan perangkat komputer untuk kebutuhan siswa melaksanakan UNBK sedang ditangani Dikbud, untuk penambahan kekurangan komputer yang ada di sekolah.

“Kalau kemudian nanti ada ditemukan pungli oleh oknum tertentu di sekolah, maka Dikbud tidak segan-segan mengambil tindakan tegas”, katanya.

Diakui Suruji, ketersediaan fasilitas komputer hampir di semua sekolah SMA sederajat di NTB belum sepenuhnya memadai, karena itu Dikbud terus berupaya melengkapi kekurangan yang ada.

Sebelumnya, Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim, meminta Dikbud NTB untuk segera membantu sekolah melengkapi kekurangan fasilitas pendukung, terutama komputer, demi kelancaran pelaksanaan UNBK 2018 dan mencegah pungutan liar mengatasnamakan pembelian fasilitas UNBK.

Ombudsman tentu memahami, bahwa dalam proses penyediaan dan pengadaan laptop dan komputer bagi keperluan pelaksanaan UNBK bukan sebuah perkerjaan mudah dan murah, membutuhkan anggaran besar dengan jumlah sekolah dan siswa yang banyak.

Pada pelaksanaan UN 2017, temuan Ombudsman RI Perwakilan NTB mencatat ketersediaan fasilitas komputer untuk UNBK seperti laptop 60 hingga 70 persen masih disediakan oleh warga masyarakat. Sisanya antara 30 hingga 40 persen saja yang menjadi milik sekolah.

“Ombudsman berharap, tahun ini angka tersebut sudah semakin membaik, meski memang partisipasi masyarakat dalam mensukseskan UNBK sangat penting, tapi partisipasi tersebut bisa dilakukan dengan meminjamkan laptop milik siswa, bukan melakukan pungli dengan alasan pembelian fasilitas sekolah”, katanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.