Dinas P2PA Lamsel Lakukan “Trauma Healing” Anak Korban Banjir

Editor: Irvan Syafari

357

LAMPUNG — Trauma mental bagi anak anak korban banjir luapan Sungai Way Pisang di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi menjadi perhatian bagi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Kepala Dinas P2PA Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih salah satu cara mengatasi masalah ini ialah “trauma healing”. Bersama tim, Rini Ariasih mendatangi puluhan anak yang berada di lokasi banjir Bandar Agung dan untuk menghibur anak anak yang tertimpa musibah.

Rini mengatakan, program “trauma healing” dilakukan dengan kegiatan bermain, belajar, membaca, melukis dan kegiatan seni yang dilakukan di tenda pengungsian. Selain itu kegiatan bercerita untuk menghibur anak anak dilakukan oleh Toni Fisher.

Fasilitator perlindungan anak terpadu dari Komisi Perlindungan Anak Lampung mengajak anak anak bermain dan bercerita. Dia salah satu dari sebanyak 34 orang dari tim dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Tunas Jaya, Kecamatan Sragi.

“Setiap ada musibah banjir anak anak selalu mengalami dampak langsung terutama kegiatan belajar di sekolah dan juga selama berada di pengungsian, sehingga Dinas P2PA Kabupaten Lampung Selatan langsung terjun memberikan trauma healing,” terang Rini kepada Cendana News di lokasi pengungsian korban banjir, Rabu (14/3/2018)

Lanjut Rini, “trauma healing” sangat penting agar kepanikan bisa berkurang, karena orangtua fokus pada menyelamatkan barang barang sehingga perhatian untuk anak berkurang.

Kondisi anak anak yang sudah beberapa hari berada di lokasi pengungsian kerap mengalami stres dan depresi. Selain tidur di lokasi pengungsian yang minim fasilitas, anak-anak kehilangan hiburan seperti menonton televisi saat ada di rumah.

Selain memberikan “trauma healing” kepada anak anak, pemberian konseling juga diberikan kepada orang dewasa yang juga berada di lokasi pengungsian.

Ia menyebut, “trauma healing” diberikan bertepatan dengan masa ujian tengah semester untuk siswa SD kelas 1 hingga kelas 5. Siswa di sekolahMadrasah Ibtidaiyah Guppi 05 yang terdampak banjir, mendapat dukungan agar tetap semangat dalam belajar. Diharapkan para siswa masih bisa menjalankan kegiatan belajar secara normal hingga ujian selesai.

“Langkah langkah efektif dalam penanganan bencana khususnya bagi anak anak sangat diperlukan dengan melibatkan berbagai pihak,” terang Rini.

Ia berharap dengan adanya hiburan yang diberikan anak anak bisa dikuatkan secara psikologis agar tidak bersedih karena mereka sudah bosan di pengungsian. Selain itu anak anak juga mendapat makanan kecil, susu, serta keperluan belajar.

Sementara kebutuhan untuk para orang dewasa diberikan jatah berupa air mineral dan makanan instan bagi warga yang terdampak banjir.

Kepala Sekolah MI Guppi 05 Herlina mengaku sangat terbantu dengan kedatangan tim Dinas P2PA Lamsel. Selama bencana banjir Herlina menyebut sebagian besar siswa yang bersekolah di MI Guppi 05 tetap belajar seperti biasa tanpa terkendala banjir.

“Saat ini para siswa tetap belajar dengan normal meski jam pelajaran dikurangi dan bahkan siswa tidak menggunakan sepatu saat sekolah,” bebernya.

Salah satu ibu rumah tangga, Nunik, mengaku sangat senang melihat anaknya dan anak anak korban banjir mendapat kunjungan dari tim P2PA. Ia mengaku, tinggal di lokasi pengungsian selama beberapa hari anak anak harus tidur di tempat yang tidak nyaman. Saat malam hari dengan kondisi hujan dan tidur di tenda penampungan membuat anak anak rentan terserang penyakit.

Lokasi pengungsian korban banjir warga Desa Bandar Agung di tanggul penangkis Sungai Way Sekampung -Foto: Henk Widi.

Nunik berharap bencana banjir segera berakhir sehingga ia dan anak anaknya bisa kembali di rumah. Selain sudah bosan tinggal di pengungsian sebagian anak anak kerap tidak bisa beristirahat saat malam hari.

Baca Juga
Lihat juga...