Dinas PKO Sikka Janji Benahi Pekerjaan Fisik Sekolah

Editor: Irvan Syafari

338
Wakil bupati Sikka Drs.Paolus Nong Susar-Foto : Ebed de Rosary.

MAUMERE –– Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka berjanji akan membenahi pekerjaan fisik pembangunan ruang kelas baru, yang menjadi sorotan beberapa fraksi di DPRD Sikka agar ke depannya kualitas pekerjaan harus ditingkatkan.

“Pembangunan yang sudah dilaksanakan di tahun anggaran 2017 sudah baik, tapi ke depannya harus lebih baik lagi. Dalam tahun 2018 kita sudah meminta kontraktor pelaksana untuk memperhatikan kualitas sesuai spesifikasi yang ada,” tutur Yos Witin, bagian Sarana dan Pra Sarana Pendidikan Dinas PKO Kabupaten Sikka, Kamis (15/3/2018).

Dikatakan Yos,terkait sorotan Fraksi Partai Hanura dalam LKPJ Bupati Sikka Tahun Anggaran 2017, yang mempersoalkan pembangunan SD Inpres Tilang Kecamatan Nita yang tidak sesuai RAB, pekerjaan yang dilakukan kontraktor sudah sesuai spesifikasi.

“Pendapat fraksi mengatakan seng yang digunakan memiliki ketebalan 0,3 milimeter, ternyata dalam RAB seng yang dipergunakan BJLS 20. Jadi yang dikatakan seng yang dipergunakan dengan tebal 0,18 milimeter itu tidak benar,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Sikka Drs Paolus Nong Susar dalam jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi, yang mengatakan bahwa untuk tahun 2017 SD Inpres Tilang mendapat perbaikan satu ruang kelas dan terkait pekerjaan yang tidak sesuai akan ditindaklanjuti.

“Pembangunan 2 ruang kelas di SDN Guhi di Kecamatan Nita yang belum diserahterimakan dan mendapat sorotan Fraksi Partai Golkar. Pemerintah sudah menjadwalkan akan diadakan serah terima pada Maret 2018 ini,” tegasnya.

Nong mengapresiasi sorotan Frakasi Golkar, PAN dan Gerindra terkait pembangunan ruang kelas di SDI Ribang yang tanpa ada pemasangan instalasi listrik. Nong menjelaskan dalam item pekerjaan tidak tercantum pekerjaan pemasangan instalasi listrik, sementara kerusakan pada pintu dan jendela akan diperhatikan dan diperbaiki.

“Memang saat serah terima kondisi pintu dan jendela dalam keadaan baik, namun setelah dipergunakan di mana saat musim hujan mengalami masalah. Pintu dan jendela sulit ditutup. Pekerjaan sedang dalam masa pemeliharaan dan kontraktor akan diminta memperbaiki,” jelasnya.

Terkait SMP Roberto Biket yang dikerjakan tidak sesuai perencanaan beber Nong Susar, pemerintah menegaskan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan perencanaan meliputi Survei, Investigasi dan Desain (SID) yang telah dilakukan konsultan perencana.

SDN Wutik di Kecamatan Koting yang sudah lama dikerjakan dan sengnya sudah mulai berkarat.-Foto : Ebed de Rosary.

“Sementara terhadap pekerjaan SMP Roberto sesuai LKPJ realisasi fisiknya 76 persen dan dibayarkan 67 persen, SDK Pruda realisasi fisik 100 persen dan realisasi keuangan 30 persen. Sementara SDK Kubit realisasi fisik 100 persen dan realisasi keuangannya pun 100 persen,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...