Disperindag Sumbar: Pakaian Bekas Impor itu Ilegal

Editor: Koko Triarko

433
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Barat, berencana hendak melakukan penarikan penjualan bra bekas impor dari pasar, yang sebelumnya disinyalir telah menyebabkan pemakainya mengalami gatal-gatal. 

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Disperindag Sumbar, M. Syahrial, bra bekas impor merupakan barang ilegal yang diperdagangkan oleh masyarakat.

Selain adanya akibat yang dimunculkan, bra bekas impor ilegal harus ditarik dari pasar. Hanya saja, untuk melakukan penarikan barang ilegal, Disperindag akan berkoordinasi dengan kepolisian, karena wewenangnya berada di kepolisian.

“Lepas dari persoalan berbakteri atau tidak, keberadaan bra bekas impor itu telah melanggar UU Perlindungan Konsumen pasal 8 pidana di pasal 62 dan ps 63,” tegasnya, Jumat (2/3/2018).

Ia menyebutkan, saat ini Disperindag masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukakan Dinas Kesehatan Padang Pariaman.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Sumbar) memberikan saran kepada masyarakat, terutama kaum hawa, bila mengalami gatal-gatal yang tidak biasa setelah menggunakan bra bekas impor.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday, mengatakan sebenarnya persoalan gatal-gatal yang disebabkan adanya bakteri di bra, bukanlah suatu hal yang harus dikhawatirkan secara berlebihan.

Namun, hal yang perlu diketahui, apabila dirasakan gatal-gatal itu berawal dari adanya terlihat warna kulit mulai kemerahan. Maka perlu disadari, bahwa bra yang digunakan itu tidak layak pakai lagi.

“Bisa jadi bakteri itu ada pada bra yang digunakan sehari-hari, dan tidak hanya bra bekas impor. Hal itu terjadi akibat dari cara mencuci bra yang asal saja,” katanya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan menyarakan kepada kaum hawa untuk memperhatikan lagi bra yang digunakan. Bila sudah dalam kondisi yang tidak layak pakai, harap diganti dengan yang baru.

Tapi, jika persoalan itu datang akibat adanya bakteri, dan sudah membuat kulit berwarna merah dan hingga gatal-gatal, tidak perlu berpikir terkena penyakit kulit yang serius. Karena untuk mengobati gatal-gatal akibat bakteri itu, bisa didapatkan Puskesmas saja.

“Obatnya sama dengan akibat gatal-gatal pada kulit biasa lainnya. Cuma yang perlu diingat, jangan pakai bra tersebut,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...