DLH Yogyakarta Data Pembuang Sampah Sembarangan

331
Ilustrasi sampah berserakan-Foto: Dokumentasi CDN.

YOGYAKARTA — Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta mulai mendata identitas warga yang tertangkap tangan membuang sampah secara sembarangan, selain tetap diingatkan untuk membuang sampah di tempat yang benar.

“Kami mulai melakukan pendataan identitas. Dari kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) sampah yang dilakukan beberapa hari terakhir, tidak ada pembuang sampah yang identitasnya sama meskipun operasi dilakukan di tempat yang sama. Artinya, setiap hari ada orang baru yang membuang sampah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Suyana di Yogyakarta, Selasa (13/3).

Jika terdapat warga yang diketahui membuang sampah secara sembarangan lebih dari satu kali, lanjut Suyana, maka dimungkinkan untuk diproses secara hukum sebagai tindak pidana ringan.

Dasar hukum penindakan yang akan digunakan adalah Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 yaitu sanksi pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda maksimal Rp50 juta.

“Tetapi, kami akan tetap mengutamakan pembinaan terlebih dulu. Warga yang membuang sampah sembarangan akan diberi penjelasan dan ditunjukkan lokasi pembuangan sampah yang benar,” katanya.

Pada kegiatan operasi tangkap tangan yang dilakukan di Pasar Kotagede, DLH baru sebatas mencatat jumlah pelanggar tetapi belum melakukan pendataan identitas.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, lanjut Suyana akan menggencarkan kegiatan operasi tangkap tangan pembuang sampah sembarangan secara merata di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.

“Akan kami utamakan di lokasi-lokasi yang terbuka atau di tepi jalan. Ini untuk pembelajaran bersama agar warga membuang sampah di tempat yang sudah ditetapkan,” katanya.

Suyana mengatakan, pelaksanaan operasi tangkap tangan sampah tersebut juga menjadi bagian dari gerakan tiga bulan bersih sampah dan mendukung penilaian Adipura.

“Tidak semua sampah yang dihasilkan harus dibuang. Ada sampah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Oleh karena itu, perlu membiasakan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sehingga bisa menjadi sumber ekonomi baru,” katanya (Ant).

Baca Juga
Lihat juga...