Dongeng Tumbuhkan Kreativitas dan Sifat Baik pada Anak

Editor: Koko Triarko

353
Pendongeng Sumatera Barat, Dewi Kumala Sutra, di acara Ngobrol Kemanusiaan di Padang/Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Pendongeng Sumatera Barat, Dewi Kumala Sutra, terbilang sudah cukup lama melakoni profesinya sebagai seorang pendongeng. Berawal dari waktu kecilnya yang suka mendengar dongeng dari sang ayah, seiring dirinya tumbuh dewasa, ternyata dongeng itu lekat di pikirannya.

Akhirnya, hingga kini wanita yang akrab disapa Kak Dedew ini, menjadi seorang pendongeng di Sumatera Barat yang juga tergabung dalam komunitas Kampung Dongeng Sumatera Barat.

Pengalamannya sepanjang menjadi seorang pendongeng, sebenarnya berawal dari sang ayah yang meminta dirinya untuk mendongengkan adiknya saat hendak tidur. Meningat dirinya sering mendengarkan dongeng dari ayah, Kak Dedew pun mencoba mendongengkan adiknya di malam itu. Alhasil, Kak Dedew merasa dirinya mulai tertarik untuk mendongeng.

“Saya sudah sering juga mendongeng. Mulai dari sekolah-sekolah PAUD dan Taman Kanak-Kanak, hingga para anak yang duduk di bangku sekolah dasar. Saya suka dengan kegiatan ini,” ujarnya, di acara Ngobrol Kemanusiaan yang diselenggarakan ACT (Aksi Cepat Tanggap), sebuah lembaga kemanusiaan, di Lantai II Kantor Telkom Sumatera Barat, Kamis (22/3/3/2018).

Kak Dedew menyebutkan, persoalan dongeng di era iternet, terkadang menjadi tantangan tersendiri. Sebab, berbagai cerita anak-anak bisa dibaca dan ditonton di internet. Namun, hal itu bisa diatasi dengan cara dimulai memberikan pemahaman kepada kedua orang tuanya.

Orang tua memiliki peran dalam tumbuh kembang anak. Persoalan anak-anak itu, tergantung dari orang tuanya. Apakah ingin memberikannya gadget atau malah memberikannya buku bacaan, atau bahkan membiarkannya bermain sepanjang waktu.

“Yang saya lihat, teknologi boleh dimanfaatkan dan tidak harus ditinggalkan, seperti membaca bisa secara digital, belajar membaca Al-quran melalui digital. Tapi, yang tidak bagus itu, membiarkan anak-anak menghabiskan waktunya bermain game melalui digital,” ucapnya.

Ia menilai, dongeng merupakan suatu hal yang bagus bagi anak-anak. Karena dengan adanya dongeng, hal itu akan mampu meningkatkan kreativitas dari anak. Sebab, dongeng yang ia dengar akan menimbulkan imajinasi, karena stimulus dari cerita-cerita dongeng tersebut akan membuat anak-anak berpikir sesuatu hal. Bila itu dongengnya tentang seorang nenek yang baik hati, maka sang anak akan berpikir, nenek yang baik itu penampilannya seperti apa, dan bagaimana cara nenek itu berteman dengan anak-anak.

Kondisi itu, berbeda dengan anak-anak yang suka bermain game melalui gadget mereka. Misi dalam permainan game ialah menyelesaikan permainan level demi level. Sehingga jika dilihat dari kepribadiaan anak-anak yang seperti itu, waktunya untuk membaca, belajar, dan hal lainnya, akan bisa menurun.

Sehingga, bagi Kak Dedew, dongeng adalah hal yang baik baik anak-anak. Selain melatih untuk berpikir dengan otak kanan dan otak kirinya, juga akan menimbulkan keinginan anak itu sendiri untuk membaca buku.

Apalagi, saat ini salah satu keluhan utama dari banyak tenaga pendidik adalah generasi yang malas membaca. Untuk menciptakan generasi muda yang rajin membaca, maka dongeng merupakan salah satu solusi yang tepat.

Melihat keberadaan dongeng memiliki sisi yang bagus, ACT Sumatera Barat akan melakukan kerja sama dengan Pendongeng Sumatera Barat Dewi Kumala Sutra. Kak Dedew nantinya akan ikut berpartisipasi bersama ACT dalam kegiatan kemanusiaan.

Branch Manager ACT Sumatera Barat, Fadhli Septavianra, mengatakan ACT akan maju bersama dengan berbagai pihak, termasuk bagi Kak Dedew. ACT yang secara cepat turun ke lokasi-lokasi bencana yang tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi turut turun di berbagai negara, sangat dibutuhkan ada pihak yang bisa turut berpartisipasi, tidak hanya dalam bentuk materi, tapi juga bisa dalam bentuk kepedulian lainnya.

Ia menyebutkan, dengan adanya keahlian Kak Dedew dalam mendongeng, nantinya ACT tidak hanya turut memberikan sejumlah bantuan dalam bentuk barang, tetapi juga bisa memberikan hiburan bagi anak-anak di lokasi bencana.

“Selama ini kan lebih ke fisik yang kita bantu. Sementara anak-anak di lokasi bencana bisa saja mengalami stress dengan hal yang tengah dihadapinya. Sehingga dengan adanya kegiatan dongeng akan mampu memberikan hiburan, dan akan membuat anak-anak menjadi lebih bahagia,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...