Dua Anggota DPRD Lampung Tengah Dipanggil KPK

Editor: Irvan Syafari

270
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah-Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA -—- Dua oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, hari ini kembali dipanggil dan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Koruspsi (KPK).

Mereka akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka J Natalis Sinaga, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

Kedua saksi Anggota DPRD tersebut masing-masing adalah Muhammad Soleh Mukadam dan Muhammad Nasir. Selain itu penyidik KPK dalam kesempatan kali ini juga memanggil seorang saksi atas nama Indra Baskoro, Sekretaris Direktorat Jenderal (SetDitjen) Bina Keuangan Daerah, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

“Penyidik KPK memanggil 2 orang oknum Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dan seorang pejabat Sekretaris Direktorat Jenderal (Setditjen) Bina Keuangan Kemendargri, mereka masing-masing akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka J. Natalis Sinaga,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Senin (19/3/2018).

Manurut Febri pemanggilan sejumlah saksi tersebut berkaitan dengan pengembangan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang dilakukan petugas KPK di sejumlah wilayah sekaligus. Kegiatan itu masing-masing dilakukan di wilayah Lampung Tengah dan Bandar Lampung, Provinsi Lampung serta di wikayah Jakarta.

KPK menduga adanya upaya suap atau gratifikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah terhadap sejumlah oknum Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah. Namun belum sempat tujuan tersebut terlaksana, tim KPK terlebih dahulu menangkap dan mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat.

Rencananya Pemkab Lampung Tengah ingin mengajukan pinjaman sebesar Rp300 miliar dengan dalih untuk membiayai sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Hingga saat ini belum diketahui apakah pinjaman uang tersebut benar-benar akan dipergunakan untuk membiayai sejumlah proyek pembanguan atau justru untuk keperluan lainnya.

Pemberian sejumlah uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi tersebut dilakukan agar DPRD menyetujui atau mengesahkan terkait rencana Pemkab Lampung Tengah yang ingin mengajukan proposal pinjaman dana miliaran Rupiah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Hingga saat ini penyidik KPK telah menetapkan sejumlah tersangka terkait kasus suap Lampung Tengah. Di antaranya Mustafa (Bupati Lampung Tengah), J Natalis Sinaga (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah), Rusliyanto (Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah) dan Taufik Rahman (Kepala Dinas Bina Marga) Kabupaten Lampung Tengah.

Baca Juga
Lihat juga...