Dukcapil HSU ‘Jemput Bola’ Rekam KTP-El Warga Terpencil

372

AMUNTAI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, melakukan aksi ‘jemput bola’ untuk perekamanan KTP-El dengan mendatangi desa-desa di daerah tersebut.

Kepala Bidang Pendaftaran Kependudukan, Ida Rimaliana, mengatakan akan melakukan rekam data di 80 desa di 10 kecamatan. “Pencapaian rekam data KTP Elektronik untuk Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah mencapai 93 persen, melalui program percepatan rekam data diharapkan jumlahnya semakin bertambah,” kata Ida, Kamis (8/3/2018).

Ia mengatakan, masih banyak warga yang belum sadar manfaat memiliki dokumen kependudukan, khususnya KTP-El dan Kartu Keluarga (KK), terbukti warga yang belum rekam data bukan hanya di desa yang jauh dari kota, tapi desa yang berdekatan dengan Kota Amuntai.

Menurut dia, kesadaran tersebut datang hanya saat warga membutuhkan dokumen kependudukan. “Saat masyarakat perlu, baru mereka datang ke Disdukcapil dengan tuntutan agar dokumen yang mereka butuhkan secepatnya dibuat,” katanya.

Melalui kegiatan percepatan rekam data itu, Dukcapil memprioritaskan desa yang masih banyak warga yang belum melakukan rekam data. Aksi ‘jemput bola’ rekam data untuk KTP-el juga diarahkan ke wilayah desa terpencil, guna membantu warga yang kesulitan datang langsung ke Dukcapil.

Data jumlah penduduk yang belum rekam data di pedesaan tersebut diperoleh Dukcapil HSU dari Direktorat Jenderal Kependudukan Kementerian Dalam Negeri.

“Jauh-jauh hari kita sudah surati Kepala Desa, agar mengumumkan jadwal kegiatan rekam data, sehingga banyak warga desa yang mengetahui,” kata Ida.

Kegiatan pelayanan rekam data dilaksanakan di aula desa atau kantor kepala desa. Petugas Dukcapil membawa perangkat rekam data seperti komputer, kamera, printer dan sebagainya.

Wilayah Kabupaten HSU yang terdiri hampir 90 persen rawa, sehingga membuat petugas harus ekstra hati-hati membawa perangkat teknologi yang sangat mahal itu dengan menggunakan perahu mesin seperti ketika melakukan kegiatan rekam data ke Desa Padang Bangkal, Kecamatan Sungai Pandan.

Sementara itu, warga yang telah melakukan rekam data diminta agar bersabar menunggu kartu KTP dicetak, karena stok blangko KTP-el mulai kosong di Dukcapil.

Ida mengaku, warga harus menunggu hingga tiga pekan ke depan untuk mendapatkan blangko baru. “Untuk sementara kita berikan Surat Keterangan telah rekam data yang berfungsi sebagai KTP-el, sementara yang masa berlakunya enam bulan dan bisa diperpanjang bila kartu KTP-el masih belum dicetak,” katanya.

Seiring kegiatan rekam data KTP-el, pihak Dukcapil sekaligus melaksanakan kegiatan sosialisasi kependudukan, guna menyampaikan beberapa peraturan baru yang kemungkinan belum banyak penduduk mengetahui.

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang nomor 24 Tahun 2013, KTP-El berlaku seumur hidup selama tidak terjadi perubahan data utama seperti status, alamat, pekerjaan dan lainnya.

“Jika terjadi perubahan data atau KTP-el rusak atau hilang hendaknya melaporkan melalui kepala desa untuk dibantu proses lebih lanjut ke Dukcapil,” terangnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...