Durma Erni, Sang Guru Pejuang di Mentawai

Editor: Koko Triarko

322

MENTAWAI — Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan satu-satunya daerah di Sumatera Barat (Sumbar) yang merupakan daerah kepulauan. Berdasarkan data 2010, secara geografis dan administratif, Kabupaten Kepulauan Mentawai terdiri atas 10 kecamatan, 43 desa dan 202 dusun. 

Mentawai juga merupakan salah satu daerah yang masih dikategorikan daerah tertinggal di Sumbar, selain Kabupaten Solok Selatan dan Pasaman Barat.

Daerah yang terbagi menjadi sejumlah pulau ini, masih sangat minim infrastruktur. Tidak hanya jalan, tapi juga sekolah dan layanan kesehatan.

Kondisi demikian harus dijalani oleh seorang Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 36 Taikako Sikakap, yang disapa oleh masyarakat serta murid setempat Ibu Guru Durma Erni.

Durma Erni dikenal gigih dan memiliki jiwa yang sabar dalam menjalankan amanahnya sebagai guru dan kepala sekolah. Dari kesebarannya itu, Durma Erni mampu bertahan selama 30 tahun, mengabdi sebagai guru sekaligus kepala sekolah dasar di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Durma Erni diakui oleh masyarakat setempat sebagai sosok pejuang yang memajukan pendidikan anak negeri di Kabupaten Mentawai. Bahkan, untuk menjalankan amanahnya itu, ia selalu berpindah  tempat dinas untuk mengajar, sesuai perintah dari Bupati Mentawai.

“Saya ada beberapa kali mengajar di sekolah daerah terisolir atau di tempat masyarakat yang belum tinggi minat sekolahnya. Saya sangat senang sekali untuk mendidik anak-anak di sini,” sebutnya, Kamis (1/3/2018).

Ceritanya, pada setiap momen waktu mengajar para siswa, ia selalu mengajak anak-anak untuk bersekolah, agar punya masa depan nantinya. Baginya, pendidikan sangat penting, terutama dalam upaya memajukan pembangunan, khususnya di daerah Mentawai.

Menurutnya, banyak hal yang perlu diperbaiki lagi pendidikannya di Mentawai itu. Mutu pendidikan menurut pandangan matanya, masih belum begitu bagus. Hal itu, tidak lepas dari persoalan infrastruktur di Mentawai dari berbagai aspek yang juga belum terbilang bagus.

Berbeda dengan di sekolah lain yang ada di Sumbar, setiap sekolah memiliki peralatan mengajar yang bagus dan mengikuti perkembangan teknologi. Sementara di Mentawai, hal yang demikian belum bisa terwujud.

Keadaan seperti ini menjadi tantangan perempuan asal Kabupaten Pasaman ini, untuk bisa memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Mentawai. Apalagi, keberadaannya di Mentawai juga turut didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Ia mengatakan, di SDN 36 TaiKako, saat ini hanya memiliki 55 siswa, 12 guru, lima di antaranya sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Menurutnya, khusus sekolah yang dipimpinnya, sangat membutuhkan banyak sentuhan pembangunan, agar bisa melahirkan anak didik yang maju dan cerdas.

Melihat kegigihan Ibu Guru Durma Erni, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, yang sempat datang langsung ke sekolah tersebut, mengapresiasinya.

Nasrul menyebutkan, hal yang selama ini dilakukan oleh Durma Erni seakan menjadi harapan bagi masyarakat Mentawai. Terutama dalam mendidik perilaku, pola pikir, mengubah kebiasaan yang selama ini masih tertinggal, dari teknologi informasi, produktivitas, modernitas dan kreativitas daerah, terhadap anak-anak murid.

“Untuk menyampaikan dan mendidik anak-anak adalah di sekolah. Saya benar-benar salut apa yang telah dikerjakan selama ini oleh Ibu Guru Durma Erni,” ujarnya.

Nasrul menyampaikan rasa bangganya, atas kerja keras Durma Erni yang merupakan perempuan asli Kabupaten Pasaman. Wagub berharap, Durma Erni mampu bertahan dan terus mengajar anak-anak di Mentawai hingga masa pensiun tiba.

Baca Juga
Lihat juga...