Edward Soeryadjaya Segera Disidang

JAKARTA – Direktur Ortus Holding Ltd Edward Seky Soeryadjaya yang menjadi tersangka dugaan korupsi Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) akan segera menjalani persidangannya.

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) telah melakukan pelimpahan tahap dua kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. “Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti tahap dua kepada Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat atas nama tersangka ESS pekerjaan Direktur Ortus Holding, Ltd,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Selanjutnya, ESS ditahan oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada tahap penuntutan. Penahanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Nomor: Print-67/O.1.10/Ft.1/03/2018 tertanggal 19 Maret 2018.

Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 hari terhitung mulai 19 Maret 2018 sampai dengan 7 April 2018. Penuntut Umum melakukan penahanan dengan pertimbangan, alasan obyektif tersangka diancam pidana penjara lebih dari 5 tahun.

Sementara untuk alasan subyektif-nya tersangka dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana sesuai Pasal 21 ayat (1) KUHAP). “Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK Tercatat kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut senilai Rp599.426.883.540,” tambah Rum.

ESS disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Undang-undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No.20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Sampai sekarang penyidik telah memeriksa 47 saksi,” tambahnya.

Dalam perkara tersebut, mantan Presiden Direktur Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) 2013-2015, Muhammad Kamal Helmi Lubis sudah divonis tujuh tahun penjara pada 29 Januari 2018 oleh Pengadilan Tipikor. Di dalam putusan pengadilan tipikor, mantan Presdir Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) 2013-2015 harus membayar denda sebesar Rp600 juta subsidair enam bulan kurungan serta membayar uang pengganti sekitar Rp60 miliar. (Ant)

Lihat juga...