Efek Rumah Tangga? Bukti Eksistensi Arman Berkarya

Editor: Mahadeva WS

247

JAKARTA – Setelah vakum selama enam tahun, seniman Arman Arief Rachman kembali berkarya. Karya seni cukil kayu-nya dipamerkan pada Pameran Tunggal bertajuk Efek Rumah Tangga? di RURU Gallery Hall A2 – Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran, Jakarta Selatan.

Lewat pameran yang digelar dari 24 Maret sampai 15 April 2018, seniman penggagas Propagraphic Movement dan Serrum ini bercerita dengan logika yang khas tentang temuan temuannya sebagai seorang suami, ayah, dan kepala keluarga. “Pameran ini memang setelah enam tahun saya tidak berkarya secara personal,“ kata Arman Arief Rachman di sela-sela pameranya, Selasa (27/3/2018).

Karya yang dipamerkan adalah hasil berolah rasa selama enam bulan. Karya yang ditampilkan meruakan refleksi upayanya membangun rumah tangga yang sudah sembilan tahun dijalani. Uniknya, dalam pameran kali ini Arman mencoba memperluas wawasan publik penikmat pamerannya yang tak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak dengan menyertakan penjelasan setiap karya pamerannya dengan kertas warna-warni.

“Saya mencoba untuk memberikan penjelasan ulang pada anak-anak agar anak-anak bisa mengerti karya cukil kayu yang saya buat. Hal ini memang agar karya saya lebih mudah dimengerti anak-anak,“ tandasnya.

Ketertarikan Arman dengan seni cukil kayu diawali dari kehidupan keseharian orang tuanya dalam hal ini bapak yang merupakan pengusaha percetakan. Mesin cetak pres bekerja dengan cara memanfaatkan huruf yang menonjol untuk mencetak sebuah tulisan di atas kertas.

Di banku kuliah, dengan media kayu, bukan hanya tulisan tapi juga gambar yang bisa dihasilkan dari seni cukil. Dalam cukil kayu polanya bukan membuat garis tapi menghilangkan garis, yang sudah dihilangkan tidak bisa kembali jadi butuh responsibility yang tinggi. “Semua teks dibikin terbalik, “ tegasnya.

Pameran yang digelar menjadi bentuk tanggung jawabnya terjun ke seni rupa, Sebagai seniman Dia ingin berkarya kembali secara personal. “Pameran ini impian saya di tahun 2012 yang sekarang baru terwujud karena selama ini saya bekerja dan berkomunitas disini dengan karya komunal bersama teman-teman seniman. Nah, pameran ini menjadi bukti eksistensi saya berkarya cukil kayu secara personal,“ pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.