Eko Masih Fokus Berlatih Kelas 62 Kilogram

233
Ilustrasi PABBSI - Foto Dokumentasi CDN

JAKARTA – Atlet angkat besi putra Indonesia Pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi (PB PABBSI) Eko Yuli Irawan masih fokus berlatih di kelas 62 kilogram jelang Asian Games 2018.

“Saya baru pemulihan setelah sakit dan kembali berlatih pada pekan depan. Saya akan tetap bertahan dengan kelas 62 kilogram sambil menunggu kepastian dihapus atau tidak,” kata Eko di sela-sela evaluasi program Pelatnas cabang angkat besi di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Eko mengatakan alasan masih fokus untuk berlatih pada kelas 62 kilogram dan tidak berpindah ke kelas 69 kilogram adalah kemampuan mempertahankan berat badan. “Saya masih berpikir positif bahwa kelas 62 kilogram akan tetap dipertandingkan. Tapi jika memang tetap dihapus, saya minta nomor kelas 77 kilogram ke atas sekalian saja dihapus,” ujar alet berusia 28 tahun tersebut.

Eko mengatakan upaya penghapusan nomor kelas 62 kilogram putra dalam cabang angkat besi Asian Games 2018 oleh Federasi Angkat Besi Asia (AWF) merupakan strategi sejumlah negara lain. Para peserta Asian Games ingin agar Indonesia tetap menggelar delapan kelas pertandingan dan bukan tujuh kelas.

Di tengah gonjang ganjing tersebut, Eko mengaku siap untuk turun pada kelas 69 kilogram jika nomor 77 kilogram ke atas juga turut dihapus. “Mereka tahu bahwa kelas andalan Indonesia ada pada 62 kilogram dan memaksa kita untuk menggelar delapan kelas pertandingan,” kata Eko.

Sementara itu, Manajer Tim Indonesia cabang angkat besi di Asian Games 2018 Dirdja Wihardja mengatakan, risiko jika harus memaksakan Eko Yuli turun pada kelas 69 kilogram adalah persaingan yang ketat. Lawan disebutnya, sudah terbiasa turun pada pertandingan nomor tersebut.

“Penyesuaian untuk perpindahan kelas pertandingan butuh lebih dari enam bulan karena atlet juga harus menjaga berat badan ideal sebanyak lima persen dari kelas yang diikutinya,” jelas Dirdja.

PB PABBSI terus melakukan evaluasi program pelatnas Asian Games terhadap atlet-atletnya setiap tiga pekan. “Kami selalu membandingkan capaian atlet kami dengan perkembangan lawan-lawan di Asia. Kami juga punya data tentang perkembangan lawan,” pungkas Dirdja. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...