Eropa Dampingi Inggris Dalam Perkara Mata-Mata Rusia

321
Ilustrasi Uni Eropa – Foto: Istimewa

BRUSSEL – Uni Eropa siap memberikan dukungan kepada Inggris untuk proses pengusutan percobaan pembunuhan terhadap mantan mata-mata Rusia yang terjadi di negara tersebut. Kejadian tersebut dinilai sebagai sebuah kejutan yang sangat mengagetkan.

Badan eksekutif Uni Eropa meminta pemimpin negara kelompok itu memanfaatkan pertemuan puncak mereka minggu depan untuk menunjukkan kesetia-kawanan kepada Perdana Menteri Inggris Theresa May. Termasuk akan menggalang upaya bersama untuk menghukum pihak yang harus bertanggung jawab dalam kejadian tersebut.

Juru bicara kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan, bahwa penggunaan bahan kimia kelas militer dalam upaya pembunuhan di wilayah Kerajaan Inggris, yang mengancam warga, adalah kejadian mengejutkan. “Kami berdiri bersama Kerajaan Inggris dalam upaya mengadili kasus ini dan siap memberikan dukungan jika diperlukan,” katanya, Selasa (13/3/2018).

Terpisah, Wakil Kepala Komisi Eropa Frans Timmermans mengatakan kepada Parlemen Eropa bahwa Uni Eropa memiliki tugas untuk berdiri mendampingi Inggris dalam kasus tersebut. Timmermans meminta 27 pemimpin negara Uni Eropa lainnya untuk menjelaskan posisi itu ketika mereka bertemu dengan PM May.

Dukungan tersebut  akan disampaikan pada pertemuan puncak berkala Uni Eropa di Brussel pekan depan. Pertemuan puncak tersebut antara lain akan membahas pemisahan Inggris dari Uni Eropa yang akan segera terjadi.

“Jika gas syaraf telah secara aktif digunakan terhadap kalangan warga sipil di salah satu negara anggota kita, saya yakin bahwa Dewan Eropa harus, secara tegas, menyatakan solidaritas penuh dengan rakyat dan pemerintah Inggris dalam menangani kasus ini,” kata Frans Timmermans,

Wakil presiden pertama Komisi Eropa itu juga mengatakan, Uni Eropa harus bekerja sama untuk memberikan hukuman terhadap pelakunya. Sanksi yang diberikan harus berdasarkan Konvensi Senjata Kimia, yang diawasi lembaga yang berpusat di Denhaag, OPCW.

Sementara itu, Inggris memberi tenggat hingga Selasa tengah malam kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menjelaskan bagaimana racun saraf, yang dikembangkan Uni Soviet, bisa sampai digunakan untuk merobohkan seorang mantan agen ganda Rusia, yang memasok informasi rahasia kepada intelijen Inggris. (baca: https://www.cendananews.com/2018/03/inggris-tunggu-penjelasan-serangan-racun-saraf.html). (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk