Evakuasi Korban Bencana di NTT Terkendala Mobil Jenazah

276
Ilustrasi -Dok: CDN

KUPANG – Kepala Badan Pertolongan dan Pencarian Nasional (Basarnas) Kupang, Nusa Tenggara Timur, Abram Benyamin Kolimon, mengaku pihaknya masih terkendala mobil jenazah saat melakukan evakuasi korban bencana yang meninggal dunia.

“Kendala yang kami hadapi selama ini adalah ketiadaan mobil jenazah untuk mengevakuasi korban yang meninggal saat menuju rumah sakit,” kata Abram, ketika ditemui di Kupang, Rabu (14/3/2018), terkait kendala dihadapi Basarnas Kupang dalam penanganan korban bencana di NTT.

Ia mengatakan, operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan Basarnas selalu terhambat dengan ketersediaan mobil jenazah, sehingga waktu pelaksanaan operasi menjadi sangat lama.

“Seharusnya, mobil jenazah sudah dalam kondisi siaga di sekitar lokasi kejadian ketika Basarnas melakukan operasi pencarian, sehingga ketika korban meninggal ditemukan langsung dievakuasi ke rumah sakit,” kata Abram.

Basarnas, kata dia, selalu berkoordinasi dengan berbagai rumah sakit milik pemerintah di daerah ini saat melakukan evakuasi korban untuk mendapatkan bantuan mobil jenazah.

“Pihak rumah sakit selalu mengatakan, bahwa kendaraan yang ada hanya mobil ambulans. Mobil ambulans tentu tidak digunakan untuk mengangkut jenazah,” ujarnya.

Pada saat yang bersamaan, misalnya, mobil jenazah tersebut masih digunakan untuk mengantar jenazah. “Kondisi ini yang biasa kami hadapi saat berlangsungnya sebuah operasi,” katanya.

Ia mengatakan, Basarnas Kupang sedang memodifikasi satu unit mobil operasional untuk digunakan sebagai mobil jenazah dalam mendukung kelancaran tugas Basarnas.

Abram menegaskan, Basarnas Kupang sudah mengajukan permohonan pengadaan mobil jenasah kepada Basarnas Pusat. “Kita sangat berterimah kasih kalau pemerintah NTT juga bisa membantu mobil jenazah untuk mendukung kegiatan operasi kemanusiaan yang dilakukan Basarnas setempat,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk