Febri: Seleksi Deputi Penindakan KPK Transparan dan Obyektif

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

266
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah - Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini belum bersedia memberikan jawaban saat ditanya siapa saja kandidat calon pengganti Direktur Penindakan yang baru.

Posisi tersebut untuk sementara belum ada sejak ditinggalkan Inspektur Jenderal (Irjen) Heru Winarko yang baru saja diangkat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebutkan, KPk memang masih menyeleksi sejumlah nama-nama. Dengan kata lain masih “menggodok” dari sejumlah calon terbaik di antara sejumlah nama-nama yang masuk.

“Secara umum proses seleksi nama-nama calon kandidat pengganti Direktur Penindakan KPK yang baru tersebut bersifat terbuka atau transparan dan obyektif, sejumlah tahap seleksi calon Deputi Penindakan KPK akan dilakukan oleh pihak eksternal, termasuk pemilihan konsultan dipastikan juga akan melalui proses seleksi dan lelang secara terbuka” jelasnya di Gedung KPK Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Dijelaskan, proses seleksi ditujukan agar pejabat Deputi Penindakan KPK yang baru nantinya memiliki kemampuan baik dan juga memiliki integritas yang kuat.

Integritas yang kuat dan bersih dari kasus korupasi maupun kasus pidana maupun kasus perdata merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi kandidat calon Deputi Penindakan KPK.

Calon peserta harus melewati sejumlah tahapan atau proses seleksi, mula dati tes potensi, tes bahasa, tes kompetensi, tes kesehatan, tes wawancara dengan Pimpinan KPK.

Selain itu calon peserta juga akan dilakukan sejumlah proses lanjutan termasuk di antaranya verifikasi administrasi termasuk daftar riwayat atau latar belakang profesi yang bersangkutan.

KPK mengumumkan bahwa calon kandidat Deputi Penindakan KPK sebenarnya juga dapat diisi oleh pejabat yang selama ini telah bekerja di Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), kemudian dari Kejaksaan Republik Indonesia bahkan bisa diisi dari pejabat internal KPK itu sendiri.

Baca Juga
Lihat juga...