Gandeng PT Pertamina Hulu Energi, UNS Kembangkan Baterai Litium

Editor: irvan syafari

431

SOLO — Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) terus mengembang kerjasama di bidang energi dan industri. Kali ini, UNS menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Hulu Energi, yang konsen terhadap pemanfaatan sumber daya alam agar mampu diolah menjadi energi terbarukan sebagai komponen penting dalam industri.

Wakil Rektor 4 Prof Widodo Muktiyo mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan PT Pertamina Hulu Energi akan mencakup kerja sama dalam bidang penelitian, pemanfaatan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan. Tak hanya itu, kerjasama yang ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman juga mencakup bidang pengabdian kepada masyarakat.

“PT Pertamina tidak lagi menjadi perusahaan skala nasional, tetapi sudah dunia. Sebab itu, UNS selalu ingin bersanding dengan perusahaan perusahaan yang skala dunia, agar UNS juga menjadi kampus bertaraf dunia,” kata Widodo Mukti dalam sambutan, Kamis (15/3/2018).

Lebih lanjut dijelaskan, kerja sama yang dijalin UNS ini juga dalam hal pendidikan dan pelatihan (diklat) serta penelitian dan pengembangan (Litbang). Kerja sama UNS dengan Pertamina diakui Widodo bukan kali pertamanya, karena sebelumnya sudah ada sederet kerja sama lainnya.

“Yang terkini adalah kerja sama yang ditangani oleh Prof Mizan sebagai pelaksananya. UNS mendapat kerja sama, yang nilainya mencapai Rp12 miliar dari Pertamina untuk mengahsilakn produk baterai litium yang kemudian dikoloborasikan dengan ITB dan ITS,” terangnya .

Dalam kerja sama ini, UNS berharap mampu menjadikan kampus, yang mampu berkoloborasi dengan berbagai kampus maju yang lainnya. Sebab aat ini tengah digencarakan kolaborasi antara kampus, pihak swasta, BUMN, dengan pemerintah agar bangsa Indonesia menjadi besar, baik ekonomi maupun sosialnya.

“Kita juga mendapatkan bantuan dari Pertamina berupa pojok baca. Ini tentu hal yang luar biasa yang harus diapresiasi,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur PT Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi menjelaskan, kerja sama ini akan dilanjutkan dengan mengirimkan mahasiswa UNS untuk magang.

Selain itu dosen dapat melakukan penelitian di PT Pertamina Hulu Energi karena saat ini UNS punya baterai Litium. Saat ini Pertamina sudah memproduksi untuk membuat mobil dengan bekerja sama dengan 3 Universitas besar antara lain ITS, ITB dan UNS”, terangnya.

PT Pertamina, kata dia, memiliki berbagai anak perusahaan yang tersebar berbagai pelosok Indonesia. Mahasiswa tidak perlu khawatir karena ada sekian banyak perusahaan yang mampu menampung dari masing-masing keahlian, yang tentunya dibutuhkan perusahaan yang bergerak dalam bidang energi.

“Kita punya 5 anak perusahaan, yang bergerak dari hulu sampai hilir. Ini kesempatan untuk teman-teman, kalau bisa menjadi perintis. Kalau UNS fokusnya ke baterai, ya dalami terus baterai itu, karena kalau mobil sudah dibuat ITS, ban bisa juga dibuat UNS,” tambahnya.

Adanya kerja sama ini diharapkan ada saling menguntungkan antara UNS dengan PT Pertamina. Kerja sama ini juga tidak hanya sebatas menandatangani nota kesepahaman tetapi harus selalu ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan. Kerja sama antara UNS dan PT Pertamina Hulu Energi berlaku selama 5 tahun sejak penandatanganan dilakukan kedua belah pihak.

Baca Juga
Lihat juga...