banner lebaran

GNPF-U Bertekad Istiqomah Kawal Fatwa Ulama

Editor: Koko Triarko

188

JAKARTA – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U)telah mendeklarasikan Aksi Bela Islam, sejak 2016. Terhitung sejak tahun itu,  GNPF Ulama mengawal Islam, ulama, dan aktivis Islam.

“Dalam rentang waktu tersebut, banyak peristiwa yang patut dijadikan catatan bagi GNPF secara internal maupun eksternal,” kata Ketua GNPF MUI, Ustad Yusuf Muhammad Martak, di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Catatan peristiwa tersebut, kata Yusuf, bahwa GNPF Ulama memandang perlu untuk mengawal fatwa ulama secara umum. Sehingga, nama GNPF MUI berubah menjadi GNPF Ulama. “GNPF Ulama bertekad tetap akan istiqomah mengawal fatwa ulama,” ujarnya.

Baca: GNPF Ulama akan Gelar Kongres Umat Islam

Untuk mengefektifkan manajemen organisasi, sebutnya, GNPF Ulama menjadikan kepemimpinan bersifat kolektif dan secara bergiliran melakukan rotasi atau posisi tanpa ada pengurangan jumlah anggota. Malah akan menambah anggota kepemimpinan GNPF Ulama.

GNPF Ulama juga melihat situasi beberapa bulan terakhir ini dengan banyaknya ulama dan ustad yang diserang kelompok orang gila. Maka, kata Yusuf, GNPF Ulama menyerukan seluruh laskar Islam bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan dalam mendampingi ulama dan ustad, agar terhindar dari serangan fisik.

Selain itu, tegas Yusuf, GNPF Ulama juga menyerukan laskar Islam agar menangkap dan menggali informasi dari penyerang untuk mendapat kejelasan motif serta kelompok jahat di balik skenario ini.

GNPF Ulama mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak melindungi ulama dan ustad, dengan cara membongkar jaringan sindikat menyerang. Terpenting lagi, melakukan proses hukum dan memberikan penjagaan kepada ulama.

Terkait tahun politik 2018, GNPF Ulama menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk terus melakukan konsolidasi.

“Konsolidasi ini dalam rangka mengamalkan Al Maidah 51 secara umum demi menjaga Islam dari serangan musuh-musuh Islam,” kata Yusuf.

Pada Oktober 2017, GNPF MUI berubah nama menjadi GNPF Ulama. Dan, Ustad Yusuf Muhammad Martak didaulat menjadi Ketua GNPF Ulama menggantikan Ustad Bachtiar Nasir.

“Istilah GNPF Ulama akan menjadi ijma bersama dari tokoh GNPF dan ulama-ulama dalam mengambil keputusan,” kata Ustad Yusuf.

Sebelumnya, jelas dia, GNPF MUI dibentuk pada Oktober 2016 di Jakarta oleh sejumlah ulama dan tokoh. Pembentukannya adalah buntut dari kasus penistaan agama dengan terpidana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yakni Gubernur DKI Jakarta, saat itu.

Kala itu, GNPF menggerakkan aksi besar bernama Aksi 212 yang diikuti sekitar tujuh juta umat Islam dari seluruh Indonesia di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 2 Desember 2016.

“Kami tegaskan, seperti pada Aksi 212, GNPF Ulama adalah gerakan nasional yang cinta damai dan anti anarkis serta menghargai kebhinekaan,” pungkas Yusuf.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.