Gubernur Kaltim Minta Kepala Daerah Dukung Proyek Strategis Pemerintah

Editor: Satmoko

167

BALIKPAPAN – Sejumlah Kepala Daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) diminta untuk mendukung proyek-proyek strategis yang tengah dilaksanakan pemerintah. Hal itu ditegaskan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, terkait dengan sejumlah proyek strategis yang ada di Kaltim.

Sejumlah strategis itu di antaranya proyek jalan tol yang menghubungkan dua kota  yaitu Balikpapan-Samarinda dan melewati satu kabupaten yaitu Kutai Kartanegara, serta Jembatan Pulau Balang dan bandara di Kota Samarinda.

Awang menjelaskan, beberapa hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan proyek seperti jalan tol Balikpapan-Samarinda harus segera dituntaskan. Kemudian bandara yang ada di Samarinda yang tak lama rampung juga tetap menjadi perhatian.

“Kepala daerah turut bertanggung jawab dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis seperti di Balikpapan,” jelasnya Sabtu (24/3/2018).

Saat ini progres pembangunannya terus mengalami peningkatan, terlebih di seksi I yang dibangun dengan anggaran APBN. Informasi dari Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, progres seksi I yang menghubungkan antara Kilometer 13 Balikpapan-Manggar hampir 98 persen.

Pembangunan jalan tol ruas Balikpapan-Samarinda. Foto: Ferry Cahyanti

“Saya harapkan itu bisa terlaksana dengan baik. Wali kota Samarinda ataupun wali kota Balikpapan harus turut bertanggung jawab dalam menyelesaikannya,” tandasnya.

Ketika disinggung mengenai infrastruktur jalan yang tidak layak dilalui kendaraan salah satunya di Salok Lay, Kelurahan Lamaru Kota Balikpapan pihaknya mengaku menjadi tanggung jawab provinsi, sebab status jalan tersebut kewenangan provinsi.

“Setelah ada anggaran perubahan, segera diperbaiki. Baik itu dari Petung, Semoy dan Sepaku yang memang terjadi kerusakan akibat hujan. Kalau anggaran persisnya tanya ke Dinas Pekerjaan Umum, tapi semua jalan yang menyangkut hajat hidup harus baik,” terang Gubernur.

Dia juga menyebutkan, kerusakan jalan masih banyak terjadi, namun setiap tahun anggaran perbaikan dan pembangunan jalan tetap dianggarkan. Seperti jalan di perbatasan Kaltim dan Kalimantan Selatan.

“Banyak, hampir semua jalan. Setiap tahun ada anggaran untuk perbaikan. Memperbaiki itu berbeda dengan pembangunan jalan. Jalan di perbatasan Kaltim dan Kalsel itu bangun,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.