Gubernur Kaltim Minta Pengusaha Bayar Pajak di Daerah

Editor: Irvan Syafari

326

BALIKPAPAN — Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengimbau, pelaku usaha dari berbagai sektor yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur untuk melakukan pembayaran pajak di Kaltim. Hal itu dilakukan, karena mereka melakukan operasional dan kerja di wilayah Kaltim sehingga pembayaran pun harus dilakukan di Kaltim.

Menurut Awang, ke depan akan diseleksi dengan klasifikasi sektor usaha apa saja dan pengusaha di Kaltim wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Karena dengan membayar kewajiban pajak, akan membantu dalam pembangunan bangsa Indonesia dan daerah.

“Saya juga imbau pengusaha batubara, minyak, perkebunan dan lain-lain untuk bayar pajaknya di Kaltim, karena mereka melakukan operasional di sini. Ke depan akan diseleksi klasifikasi yang punya usaha dan NPWP,” kata saat melalukan penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh), di Balikpapan, Jumat (23/3/2018).

Awang mengatakan dalam penyampaian SPT tahunan yang dilakukan saat ini sangatlah mudah, bisa dilakukan kapan saja dan di manapun sehingga tak perlu datang ke kantor pajak lagi secara manual.

“Saat ini Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia telah berikan kemudahan bagi para Wajib Pajak. Hanya melalui elektronik filling sehingga bisa laporkan kapan saja, di mana saja dengan cara yang mudah,” terangnya.

Ia mengajak, wajib pajak untuk melakukan penyampaian SPT tahunan dengan tepat waktu karena batasnya hingga 31 Maret 2018. “Target penerimaan pajak di Kaltim pajak tahun 2018 Kaltim sebesar Rp19,3 triliun, dan target semoga tercapai. Dengan catatan kita apapun profesinya sukseskan bersama,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Kaltimra, Samon Jaya menargetkan penerimaan pajak tahun 2018 untuk wilayah Kalimantan Timur dan Utara mencapai Rp20,8 triliun. Jumlah itu naik dari tahun sebelumnya, meskipun realisasi tahun lalu kurang mencapai target mengingat kondisi ekonomi daerah juga mempengaruhi penerimaan pajak.

“Target tahun ini Rp20,8 triliun itu meliputi Kaltim dan Kaltara dan sampai sekarang realisasi sudah mencapai 15,7 persen. Harapannya tahun ini mencapai target karena sudah ada pergerakan meningkat,” harapnya.

Dalam penyampaian SPT tahunan perseorangan atau pribadi menurutnya, banyak kemudahan dalam pelayanan saeperti menggunakan online.

“Pakai ponsel cerdas sudah bisa, ikuti caranya tidak harus datang ke kantor pajak. Saya keliling mereka bisa gunakan ponsel cerdas dan lainnya yang memudahkan wajib pajak,” bebernya.

Disebutkannya, jumlah wajib pajak pribadi mencapai 200 ribuan dan target pelaporan bisa meningkat dari tahun sebelumnya.

“WP Pribadi itu ada 200ribuan yang kita sasar, targetnya ada kenaikan 25 persen,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...